Lombok Post
Tanjung

Segel Kantor Desa Sesait, 21 Warga “Dijemput” Polisi

AMANKAN: Sebanyak 21 warga yang menyegel kantor Desa Sesait diamankan di Mapolres Lombok Utara, kemarin (13/6). POLRES LOTARA FOR LOMBOK POST

TANJUNG-Kantor Desa Sesait, Kecamatan Kayangan disegel puluhan warganya, kemarin (13/6). Penyegelan ini disebabkan pemecatan yang dilakukan Kades Sesait Airman terhadap dua orang kadus yakni Kadus Aur Kuning dan Kadus Pedaleman.

Dari informasi yang dihimpun koran ini, penyegelan kantor desa ini dilakukan warga pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 Wita. Aksi penyegelan ini tidak berlangsung lama. Karena anggota Polres Lombok Utara segera membuka paksa kantor desa sekitar pukul 09.30 Wita. Kemudian aparat membawa sejumlah warga yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut ke Polres Lombok Utara (Lotara) untuk diproses. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yakni sebilah pisau, satu palu, 10 paku, dan sejumlah bambu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kapolres Lombok Utara AKBP Rifai mengungkapkan, sebelum membuka paksa kantor desa yang disegel, pihaknya mengamankan sejumlah orang. Pihaknya sudah mencoba langkah mediasi dengan perwakilan warga. a�?Kami sudah ingatkan penyegelan kantor desa ini tindak pidana tapi mereka masih bersikeras akhirnya kita buka paksa kantor desa dan 21 orang kita amankan,a�? ungkapnya pada wartawan di mapolres, kemarin.

Menurut Rifai, saat ini sudah ada maklumat dari Kapolda NTB terkait penyampaian pendapat di depan umum. Dalam maklumat tersebut, menyampaikan pendapat di depan umum dengan cara menyegel fasilitas umum bisa diberi sanksi hukuman penjara minimal enam bulan dan maksimal lima tahun.

Lebih lanjut, Rifai mengimbau warga untuk tidak melakukan penyegelan apabila ada indikasi pelanggaran yang dilakukan kades terhadap pemberhentian dua kadus. Untuk itu, pihaknya mengimbau perwakilan warga bisa datang ke polres untuk menyelesaikan permasalahan ini. a�?Tapi kalau ada ditemukan pelanggaran yang dilakukan warga tetap akan diproses hukum,a�? tandasnya.

Terpisah, Kadus Pedaleman Semudin yang diberhentikan saat dikonfirmasi membenarkan jika warganya yang datang ke kantor desa Sesait. Namun kedatangan warga ke kantor desa hanya ingin mencari tahu alasan sebenarnya kenapa kadus mereka dipecat tiba-tiba. a�?Saya terima surat pemecatan itu kemarin sore (Senin, Red),a�? ungkapnya.

Ditambahkan, dalam surat pemecatan itu tidak dijelaskan apa alasan kades memecat dua orang kadus termasuk dirinya. Namun dari informasi yang diperoleh, kades memecat dirinya karena dianggap tidak loyal dengan kades. a�?Saya tidak paham apa dasar pemecatan ini,a�? katanya.

Terkait warga Dusun Pedaleman yang saat ini diamankan di Polres Lombok Utara, Semudin mengatakan, dirinya akan datang untuk menjenguk warganya. Dia juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari jalan terbaik.

Sementara itu, Kades Sesait Airman yang dikonfirmasi mengungkapkan, pemecatan terhadap Kadus Pedaleman dan Kadus Aur Kuning sudah sesuai aturan. a�?Mereka diberhentikan karena akan makar. Mereka menyebar isu kades sudah diberhentikan kepada warga,a�? tandasnya.

Ditambahkan, sebelum memecat dua kadus tersebut, hal ini sudah dikoordinasikan dengan camat. Kemudian camat juga harus memberi rekomendasi. Karena dalam aturan pengangkatan dan pemberhentian perangkat kewilayahan harus ada rekomendasi camat.

a�?Karena isu saya sudah diberhentikan itu saya merasa terganggu dan tidak nyaman dalam bekerja. Bahkan masyarakat juga sekarang bertanya-tanya,a�? imbuhnya.

Lebih lanjut, Airman mengatakan pihaknya sudah mencoba memanggil dua kadus tersebut agar tidak menyebarkan isu tersebut. Namun dua kadus tersebut tidak mau datang. a�?Sekarang sudah ada kitaA�tunjuk Plt di dua kadus ini,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost