Lombok Post
Tanjung

Bupati Najmul: KLU Belum Siap Terapkan Lima Hari Sekolah

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.Dok

TANJUNGA�– Kebijakan pemerintah pusat yang akan menerapkan lima hari sekolah masih perlu dikaji kembali. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Dikpora Lombok Utara Suhrawardi, kemarin (15/6). a�?Senin nanti kita bicarakan dengan pak bupati dan pihak terkait. Menentukan siap dan tidak siap harus ada langkah-langkahnya,a�? tegasnya.

Dijelaskan Suhrawardi, langkah yang dimaksud misalnya tahap pelaksanaan rencana lima hari sekolah ini. Apakah seminggu atau langsung dilaksanakan pada tahun ajaran baru ini.

a�?Ini kan rencananya akan dilakukan pada tahun ajaran baru. Karena sudah peraturan pemerintah (PP) dan peraturan menteri (Permen) dari Mendikbud yang sudah kami terima,a�? terangnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Menurut Suhrawardi, saat ini pemerintah pusat masih kurang sosialisasi. Sehingga menimbulkan salah persepsi. Karena masyarakat membayangkan sekolah lima hari harus belajar dari pagi sampai sore di dalam kelas.

Tetapi sebenarnya jam belajar tetap seperti sekarang, dan sisanya kegiatan ekstrakulikuler seperti mengaji di pondok, pramuka, dan lainnya akan tetap dilaksanakan. “Hanya saja perlu kontrol,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyatakan jika melihat kondisi yang ada, saat ini justru pihaknya sedang memperjuangkan standar pelayanan minimal (SPM) di sektor pendidikan. Misalkan, kemampuan sekolah menerima tiga lokal maka terima tiga lokal saja.

Kalau ada masuk sampai sore tentu mengkhawatirkan kesiapan sendiri. Karena ecara teknis anak-anak yang sekolah harus makan juga, apakah makanan dari orang tua atau pemda. a�?Jika pun menggunakan anggaran perlu diusulkan juga, akan mengkhawtirkan orang tua,a�? ujarnya.

Selain itu, dikhawatirkan akan menghilangkan anak-anak yang mengaji sore tentu menjadi persoalan. Termasuk juga akan mempertimbangkan jam tambahan guru-guru. a�?Kesimpulan kita harus ditinjau ulang,a�? tegasnya.

Menurutnya, dengan dua hari yang lowong justru akan banyak disia-siakan. Karena dikhawtirkan anak-anak lebih banyak bermain dengan waktu dua hari libur tersebut. (puj/r7)

Berita Lainnya

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost