Lombok Post
Feature Headline

Puasa di Australia ala Mahasiswa NTB (2-Habis) : Restoran Halal Sumbang Menu Berbuka

BUKA BERSAMA: Hangatnya suasana buka bersama di Masjid Melbourne Madinah yang terletak di pusat kota Melbourne.

MASJID Melbourne Madinah adalah saksi hadirnya kehangatan bagi umat Muslim di Australia. Saban petang, selama Ramadan di sana digelar berbuka puasa bersama. Saat itulah, ragam ras umat Muslim di Australia berkumpul. Sementara menu berbuka, selain dari sumbangan warga, juga disumbang restoral-restoran halal di Aussie.

A�

Rahmatul Furqon, Melbourne

A�

LANGKAH kaki saya terhenti begitu mendapati sebuah bangunan berdinding bata merah di pinggir Exhibition St. Bangunan dua lantai tersebut tampak nyaris serupa dengan gedung lain di sebelahnya. Jika saja tak ada selembar kertas bertuliskan ‘Melbourne Madinaha�� yang tertempel di jendelanya, saya tak akan mengenali keberadaan bangunan tersebut sebagai masjid.

Soalnya tak ada penan dalain. Bangunan itu tak memiliki kubah ataupun menara azan. Jauh berbeda dari masjid yang biasa dijumpai di Lombok dan Sumbawa.

Sesaat setelah saya membuka pintu masjid, seorang laki-laki berkulit sawo matang menyusul masuk dengan langkah sedikit terburu-buru. Ia masih mengenakan seragam kerja konstruksi yang sudah kotor oleh lumpur dan semen.

a�?Brother, where is the toilet?a�? ia bertanya. Saya menggeleng memberi isyarat tidak tahu sembari menjelaskan bahwa ini juga kali pertama saya mengunjungi Melbourne Madinah.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”313″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Laki-laki itu bernama Mohammad Soib, warga keturunan Pakistan yang kini mengadu nasib di Melbourne sebagai pekerja bangunan. Sesaat setelah menemukan lokasi toilet dan mengganti pakaiannya, Soib pun bersama saya menuju lantai dua masjid.

Ternyata di ruangan lantai dua sudah berkumpul sekitar tiga puluh orang. Semuanya bersila mengelilingi nampan berisikan sajian takjil seperti kurma, roti, dan buah-buahan. Mendekati waktu berbuka puasa, ruangan itu semakin dipadati oleh warga muslim Melbourne yang datang dari ragam ras dan latar belakang. Ada yang berkulit putih, hitam, dan sawo matang. Ada yang mengenakan setelah jas rapi ataupun hanya mengenakan baju hangat.

Setiap harinya selama bulan Ramadan, Melbourne Madinah memang menyediakan sajian gratis untuk buka puasa bersama. Makanan untuk berbuka dan takjil, biasanya berasal dari sumbangan para jamaah. Ada pula sumbangan dari restoran-restoran halal yang berada di kota Melbourne.

Hari itu, menu yang disajikan cukup spesial yakni, nasi mandi ayam khas Timur Tengah.

Bagi mereka yang hadir di acara buka bersama tersebut, apa yang disajikan sebenarnya bukanlah hal yang penting. Syaid, muslim keturunan Bangladesh yang juga saya temui di acara tersebut mengatakan, yang terpenting adalah kebersamaan. a�?Persaudaraan kita sesama muslim sangat terasa di acara seperti ini,a�? katanya.

Hari itu, kehangatan memang tercipta dari percakapan yang cair antara orang-orang berbagai latar belakang. Sahut menyahut terdengar tidak hanya dalam bahasa Inggris. Tetapi juga dalam berbagai bahasa ibu mereka masing-masing. Terutama ketika bertemu dengan rekan senegaranya. Sungguh momentum yang manis untuk mempererat silaturahmi.

Di tengah kehangatan buka bersama tersebut, saya juga berjumpa dengan Lukman, mahasiswa asal Bandung yang sebentar lagi menyandang gelar Master of Public Health dari Melbourne University. Bagi para perantau, berbuka puasa bersama di masjid ini memang bisa juga menjadi ajang mengobati kerinduan berbuka bersama keluarga.

Semua rasanya memang sudah seperti saudara meski awalnya tidak saling mengenal. Melalui buka bersama seperti ini, lebih mudah untuk mengakrabkan diri dengan orang lain. a�?Apalagi kita di negeri orang,a�? tutur Lukman.

Setelah buka bersama dan Salat Magrib berjamaah, kegiatan pun dilanjutkan dengan ceramah singkat hingga Tarawih bersama.

Rencananya, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan nanti, Melbourne Madinah juga akan menyediakan makanan sahur bagi para jamaah dan membuka akses bagi beberapa orang yang hendak melakukan itikaf.

Tidak hanya Melbourne Madinah, beberapa masjid lain di Melbourne pun merancang berbagai kegiatan menyambut bulan suci Ramadan. Agenda-agenda pengajian dan siraman rohani semakin dipadatkan. Beberapa masjid juga rutin membuka kelas mengaji, baik untuk anak-anak maupun dewasa.

Jumlah masjid di Melbourne memang terus bertambah dari waktu ke waktu, seiring dengan peningkatan jumlah muslim di kota tersebut. Ini juga tak lain berkat keaktifan perhimpunan umat muslim setempat melakukan dakwah dan menggaungkan keindahan Islam. Tak terkecuali berbagai kegiatan yang aktif diselenggarakan oleh komunitas muslim Indonesia di Victoria atau juga disingkat IMCV. Secara rutin, IMCV melakukan pengajian di sejumlah lokasi berbeda termasuk di Brunswick.

Bersamaan dengan itu, mayoritas warga muslim Melbourne sendiri mendapatkan kenyamanan dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Nyaris tidak terdengar praktik Islamophobia. Di balik dinginnya udara Melbourne, kota yang sudah empat kali mendapatkan predikat “The World’s Most Liveable Cities” (kota paling nyaman untuk ditinggali). Kota ini begitu hangat kepada pendatang termasuk kepada para muslim.

a�?Melbourne sangat multikultural. Masyarakatnya sangat terbuka menerima pendatang. Sebagai muslimah, saya merasa nyaman di sini,a�? kata Nurlaela Jufri, mahasiswa asal Makasar yang kini menempuh pendidikan di Melbourne.

Terbukti, kota yang sudah berdiri sejak tahun 1835 ini selalu menyediakan ruang bagi terselenggaranya pengajian-pengajian Islami, tak terkecuali di area kampus. Sehingga, di kota ini, Islam pun bisa semakin menunjukkan jati dirinya dan menekan tumbuhnya sentimen anti-Islam. (*/r8)

Berita Lainnya

SKD Selesai, Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post