Lombok Post
Metropolis Politika

Selain Rohmi Djalilah, PKS Komunikasi dengan Bacagub Lain

Dr. Hj Sitti Rohmi Djalillah. TONI/LOMBOK POST

MATARAM-Belakangan muncul aspirasi nama Hj Siti Rohmi Djalilah digadang-gadang sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) NTB. Dorongan ini tidak hanya berasal dari kader-kader Partai Demokrat, dukungan penuh juga diberikan Nahdlatul Wathan (NW).

Jika aspirasi ini terus berlanjut, maka kandidat bacagub Dr Zulkieflimansyah akan siap mundur dari bursa pencalonan. Sebab, Dr Zulkeiflimansyah hanya akan maju sebagai bacagub jika berpasangan dengan Rektor Universitas Hamzanwadi Selong tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB H Abdul hadi mengatakan, partai menyerahkan sepenuhnya pada personal mengenai keputusan Dr Zulkieflimansyah untuk maju atau tidak. Sebab, jika PKS tidak bisa menjadi nomor satu, maka masih ada peluang di posisi bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) NTB.

a�?PKS juga komunikasikan ke bacagub lainnya. Ada Pak Ahyar dan Pak Suhaili,a�? terang Hadi, kemarin (14/6).

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1978″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Meski demikian, saat ini perintah DPP PKS masih menunjuk dua nama kadernya untuk maju di bursa pencalonan. Yakni, Dr Zulkieflimasnyah sebagai bacagub NTB dan H Johan Rosihan sebagai bacawagub NTB.

Menurutnya, bila paket pasangan calon Dr Zul-Rohmi tidak menemukan titik temu, PKS masih akan mencoba jalur lain. Pasalnya, PKS juga memiliki kader yang bisa dijagokan sebagai calon nomor dua di NTB.

a�?Jangan seperti orang yang tidak bisa kemana-mana,a�? katanya.

Diakui, kesepakatan untuk Pilgub NTB tidaklah mudah. Lantaran masih ada pilkada di tiga kabupaten/kota lainnya, yakni Lombok Timur, Lombok Barat, dan Kota Bima.

a�?Kesepakatan dan komunikasi dengan parpol lain di tiga pilkada ini juga harus terjadi,a�? kata Wakil Ketua DPRD NTB ini.

Sementara itu, anggota DPR RI Dapil Banten Dr Zulkieflimansyah mengatakan keputusannya maju dalam pilgub adalah keputusan pusat. Dimana hampir sebagian besar partai berpedoman pada hasil survei. Sehingga tidak mengherankan figur yang akan maju memperkenalkan diri untuk meningkatkan elektabilitas.

Menurutnya, jika hanya sekadar ingin maju di Pilgub NTB, banyak yang menawarkan kepadanya untuk menggunakan partai lain. Namun, ditegaskan ia maju bukan asal maju. Tentu harus ada perhitungan matang yang merepresentasikan niat baik untuk melakukan perubahan di NTB.

Maju, kata dia, tentu harus realistis. Sebab pemilih dari Pulau Sumbawa lebih kecil. Sehingga untuk maju harus memiliki pendamping yang memiliki akar rumput kuat di Pulau Lombok. (ewi/r4)

 

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost