Lombok Post
Kriminal

Siti Aisyah Jalani Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama

SIDANG PERDANA: Siti Aisyah terdakwa dugaan penodaan agama menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Mataram, kemarin (15/6). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Siti Aisyah, terdakwa kasus penistaan agama menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin (15/6). Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, pendiri Rumah Mengenal Alquran (RMA) ini, memilih untuk tidak ditemani penasihat hukum.

Aisyah bersikukuh untuk membela dirinya sendiri dalam persidangannya. Meski ketua majelis hakim Didiek menawarkan terdakwa, sebanyak dua kali, untuk didampingi penasihat hukum. Namun Aisyah, dua kali itu pula menolak tawaran hakim.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Saudara (Aisyah, Red) benar tetap ingin bersidang tanpa didampingi penasihat hukum,a�? tanya Didiek kepada Aisyah, kemarin.

Mendapat pertanyaan itu, Aisyah mengatakan sangat yakin untuk maju sendiri tanpa didampingi penasihat hukum. a�?Tapi kita akan tetap menunjuk penasihat hukum untuk pendampingan di persidangan,a�? katanya.

Usai tawaran penasihat hukum yang ditolak Aisyah, Majelis Hakim mempersilakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Baiq Nurul Hidayati untuk membacakan dakwan.

Dalam dakwaannya, JPU mengatakan, awal peristiwa penistaan agama ini sejakA�terdakwa mendirikan RMA dengan tujuan untuk melakukan syiar berita Alquran.

Perbuatan terdakwa dengan menyebarkan ajaran hanya Alquran saja sebagai satu-satunya sumber hukum dalam Islam dianggap dapat menimbulkan keresahan. Sebabnya, hal yang disampaikan menyangkut persoalan pokok dalam agama Islam.

a�?Perbuatan terdakwa sebagaimanan diatur dan diancam pidana dalam Pasal 156 huruf a KUHP dan atau Pasal 156 KUHP,a�? kata Baiq Nurul.

Sementara itu, usai sidang, Aisyah menanggapi santai dakwaan JPU. Dia mengatakan, apa yang terjadi saat ini merupakan skenario Allah. Karena itu, dirinya tidak perlu mengkhawatirkan apapun terkait ancaman hukuman yang akan ia terima.

a�?Ini semua skenario Allah SWT,a�? ujarnya.

Terkait dengan penolakan penasihat hukum dalam persidangannya, Aisyah tetap pada keputusannya. Yakni tidak menggunakan penasihat hukum.

a�?Saya yakin maju sendiri,a�? tandas Aisyah.(dit/r2)

Berita Lainnya

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Penyidik Dalami Mekanisme Pembelian Buku

Redaksi LombokPost

Perantara Judi Togel Hongkong Ditangkap di Gegutu

Redaksi LombokPost

MA Batalkan Pembebasan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Pelaku Curat Tertangkap, Satu Masih Buron

Redaksi Lombok Post