Lombok Post
Metropolis

Jorok..!!! Kolam Taman Malomba Jadi Tempat Cuci Piring

KURAS BERSIH: Kolam Taman Malomba akhirnya dikuras bersih setelah sebelumnya air jadi keruh karena dipakai cuci piring oleh PKL, Kamis (15/6). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Kolam Taman Malomba yang harusnya dirawat dan dijaga, malah dibiarkan kumuh. Airnya berubah keruh diduga karena dipakai PKL untuk mencuci piring.

Hal ini sudah lama diketahui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Mataram. Sayangnya belum ada tindakan tegas, karena pelaku yang mengotori kolam, belum diketahui sampai saat ini.

a�?Kalau ketangkap pelakunya, ini kembali lagi ke hati nurani (untuk menindak),a�? kata Kabid RTH DPKP Kota Mataram Nanang Edward.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Walau mengaku tak tega memberi sanksi berat. Tapi Nanang setuju kalau kawasan itu harus steril dari PKL. Karena itu ia berharap kawasan itu segera ditertibkan. Sebab selain tak bisa menjaga kebersihan, para PKL itu juga kerap membuat kemacetan di kawasan itu.

a�?Makanya kami berharap itu lebih baik ditertibkan,a�? harapnya.

Lebih jauh, Nanang mengungkapkan timnya sudah berulang kali mengingatkan para PKL di agar menjaga kebersihan. Namun bukannya patuh mereka malah saling tuding.

a�?Pernah tim saya bersihkan kolam, sampai kena tusuk sate,a�? sesalnya.

Tidak hanya tusuk sate, tetapi sisa masakan seperti cabai, terong, tomat dan bumbu-bumbu lainnya ditemukan menyumpal pipa air kolam. a�?Ini kan keterlaluan,a�? geramnya.

Nanang mengatakan jika hal ini hanya terjadi di sekitar taman Malomba. Sementara taman lainnya, sejauh ini masih relatif lebih aman dari tangan-tangan usil.

Kasatpol PP Kota Mataram Chaerul Anwar tegas mengatakan jika para PKL di sana ilegal. Beberapa kali pihaknya melakukan penertiban, tapi mereka kembali lagi.

a�?Saat kami patroli mereka tertib, tetapi setelah itu semrawut lagi,a�? ujar Chaerul.

Dirinya berencana melakukan penertiban lagi. Namun terlebih dahulu koordinasi dengan SKPD teknis lain yang memiliki tanggung jawab dengan pemberdayaan mereka.

a�?Saya harus koordinasi dulu dengan stakeholders lain,a�? imbuhnya.

Chaerul mengatakan harus ada solusi bagi mereka, salah satunya menyediakan tempat pengganti.A� Sebab tanpa itu, para pedagang kemungkinan akan kembali lagi memadati jalan dan menganggu taman. (zad/r3)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post