Lombok Post
Praya

Loteng Klaim Siap Sekolah Lima Hari

Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin. dedi/Lombok Post

PRAYA– Asisten I Setda Lombok Tengah (Loteng) HL Muhammad Amin pada Lombok Post memberi penjelasan mengenai wacana sekolah lima hari. Menurutnya kebijakan lima hari sekolah tak akan memberatkan siswa maupun guru seperti dikhawatirkan.

A�a�?Mohon ini diperhatikan untuk kita semua,a�? serunya, kemarin (16/6).

Pelaksanaan lima hari sekolah pun, terang Amin merujuk pada peraturan pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang, perubahan atas PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang, guru dan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang, hari sekolah. Poin utamanya yaitu, sekolah selama lima hari, bukan berarti full day school, masuk pukul 07.00 Wita dan pulang pukul 16.00 Wita. a�?Tidak ada itu,a�? tegasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Yang ada, lanjut Amin tetap siswa pulang sekolah pukul 12.30 atau usai salat zuhur. Namun, mereka tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Melainkan, harus melaksanakan program kulikuler dan ekstrakulikuler di luar ruang kelas. Seperti, penguatan agama yang digelar di musala sekolah atau rumah ibadah agama lainnya.

Hanya saja, beber Amin itu berlaku bagi siswa tingkat SMA/SMK. Sedangkan, siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan SMP tetap seperti biasa, masuk dan pulang sekolahnya. Namun, yang membedakannya adalah, lagi-lagi siswa bersangkutan tidak pulang ke rumah. Melainkan, belajar di tempat lain, seperti belajar berkelompok. Guru pun wajib melakukan pendampingan, sehingga mereka tahu dimana siswanya berada. Selanjutnya, guru bersangkutan memberikan penilian.

a�?Inilah letak sinergitas guru dan siswa. Intinya, penanaman dan penguatan pendidikan berkarakter,a�? jelas ketua tim reaksi cepat (TRC) Loteng tersebut.

Selain itu, kata Amin pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018, pemerintah menghapus yang namanya sekolah favorit. Pemerintah akan menggunakan sistem zona atau sebaran kualitas dan kuantitas pendidikan. Sekolah pun tidak diperkenankan melaksanakan tes PPDB.

Lembaga pendidikan di Loteng pun, tambah Muliawan sudah siap melaksanakan kebijakan pusat. Jauh-jauh hari, Dinas Pendidikan dan UPT sudah mensosialisasikannya, tinggal menunggu perintah tertulis saja. a�?Mudah-mudahan siswa tidak merasa berat. Itu saja,a�? katanya.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost