Headline Metropolis

Di Yogyakarta, TGB Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kebaikan Bangsa

YOGJAKARTA–Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyatakan optimismenya pada pemuda Indonesia sebagai penggerak kebaikan dan perubahan bangsa. Optimisme tersebut didasarkan pada kiprah pemuda dalam sejarah Islam maupun kebangsaan Indonesia, yang selalu tampil A�pada titik sentrum perjuangan bangsa dan agama.

 

Dalam sejarah Islam, tutur Gubernur, pemuda itu identik dengan prestasi yang menjadi catatan sejarah umat manusia. Demikian pula dalam sejarah kebangkitan bangsa Indonesia, pemuda seperti Soekarno, Hatta, Syahrir dan pemuda lainnya, telah meletakkan diri pada posisi strategis dan perancang sistem bagi terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Karenanya, Ia mengajak segenap Pemuda Indonesia untuk terus menempa dan membangun kapasitas diri dengan memperbanyak ilmu dan Pendidikan.

 

Ajakan tersebut disampaikan A�Gubernur saat Dialog Nasional di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Sabtu (17/06).A� Dihadapan ratusan Mahasiswa UGM A�Yogyakarta, Gubernur yang akrab disapa TGB itu, A�menuturkan bahwa pemuda dengan segala potensinya merupakan pelaku utama sejarah kebangkitan bangsa.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/teaser-loop.php” posts_per_page=”1″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1520″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hanya saja, menurutnya saat ini dalam wacana publik yang berkembang di masyarakat, pemuda identik dengan hal-hal yang tidak baik, bahkan cenderung menjadi biang persoalan di tengah masyarakat.

 

a�?Siapakah yang berkepentingan, sehingga pemuda itu selalu diletakkan pada hal-hal yang tidak baik,a�? tanya Gubernur.

 

Padahal, dalam konteks sejarah Islam pemuda itu identik dengan hal-hal hebat dalam sejarah peradaban umat manusia. TGB mencontohkan, Imam Syafia��i yang pada umur 12 tahun sudah berhasil memaksimalkan potensi dirinya, sehingga dia kenal sampai saat ini di seluruh penjuru dunia. Pemuda lain dalam konteks sejarah Islam adalah Imam Bukhari yang menulis pada umur 17 tahun.

 

a�?Jadi pemuda dalam tradisi Islam penuh dengan potensi kebaikan. Fitrah pemuda dalam penjelasan Al-Qura��an adalah mensupport perjuangan Rasulullah dan penopang dakwah,a�? jelas Gubernur yang akrab disapa TGB itu.

 

Proses literasi ini, bukan hanya membaca ilmu yang tertulis, serta tradisi tradisi yang diwariskan, namun juga membaca semua fenomena yang ada dalam alam jagad raya ini. Dengan seluruh kekayaannya, pemuda harus terlibat dalam literasi dimensi ekonomi, politik, sosial dan budaya. Sehingga nanti, pemuda dapat berada pada titik pelaku perubahan, tegasnya.(Humas Pemprov NTB/R2)

 

Related posts

Penyelidikan Proyek Lampu Jalan Berlanjut

Iklan Lombok Post

Diyah Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Redaksi Lombok post

Menjadi Wartawan Hebat ala Dahlan Iskan

Redaksi Lombok Post