Metropolis

Aksi Gyming Mural Hiasi Tembok Lombok Epicentrum Mall

MATARAM-Lombok Epicentrum Mall (LEM) menggelar gyming mural yang diikuti belasan artis grafity Lombok, kemarin (18/6). Kegiatan ini dijadikan sebagai wadah untuk menuangkan kreativitas seni para artis grafity, sekaligus untuk memperindah wajah parkiran LEM.

General Manager LEM Salim Abdad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap pecinta seni di Lombok. Khususnya pecinta seni lukis di tembok atau wall art. Para writer grafity yang ada dapat menyalurkan hobi melukis yang dimiliki.

a�?Kami sambut baik kreatifitas mereka, a�? ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara itu, Farid Kurniawan, ketua panitia gyming mural mengatakan, kegiatan ini diadakan sebulan sekali. Kebetulan saat ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Tak hanya para writer grafity Lombok, namun seluruh Indonesia melakukan hal serupa. Temanya pun beragam, mulai dari ngabubuwrite atau ngabuburit sambil melukis hingga Ramadan on the wall.

a�?Nah kita ini temanya Ramadan on the Wall,a�? bebernya.

Pria yang disapa Fay ini mengaku memilih LEM karena pemandangannya yang menarik. Lokasi LEM terletak di pusat kota yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Namun di balik itu, alasan utamanya untuk mengangkat grafity itu sendiri. Selama ini grafity masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

a�?Apalah corat-coret tembok gak jelas, sekarang kita ingin ubah mindset itu,a�? sambungnya.

Ia melanjutkan, kegiatan tersebut diikuti oleh sebelas writer se Pulau Lombok. Ada yang berasal dari Lombok Timur dan KLU. Melalui kegiatan ini, Fay dan writer ingin mengeksplore jiwa seni yang mereka miliki.

Mural kali ini memiliki tema yang beragam. Mulai dari wall style, karakter, 3D, hingga kaligrafi. Setiap writer memiliki style sendiri dalam melukis tembok. Sementara persiapan sendiri, Fay mengaku telah menyiapkan selama satu minggu. Mulai dari briefing hingga izin tempat dengan manajemenA� LEM. (fer/r3)

Related posts

Pengoperasian BRT Tak Bisa Ditawar

Redaksi Lombok post

Imajinasi Tanpa Batas ala Aliyya

Jerat Liang Lahat

Redaksi Lombok post