Lombok Post
Headline Metropolis

Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Pembunuh Nomor Satu di NTB

HINDARI TABRAKAN: Truk yang ringsek akibat menghindari tabrakan dengan sepeda motor di Desa Bongor, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, kemarin (17/11). Akibat kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia.

MATARAM-Jalan menjadi “pembunuh” nomor satu di NTB. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 2016 hingga April 2017, sebanyak 669 orang tewas dari 3.320 kasus kecelakaan lalu lintas. Sementara yang mengalami luka berat sebanyak 317 orang, dan luka ringan sebanyak 2.644 orang. a�?Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, ratusan warga kita setiap tahun mati sia-sia di jalan,a�? kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Lalu Bayu Windiya, kemarin (19/6).

Bayu mengaku, banyaknya warga yang meninggal dunia akibat kecelakaan membuatnya tercengang. Dalam tiga hari ada dua orang meninggal. Menurutnya, kasus kecelakaan kini menjadi penyebab kematian paling ganas. Bahkan lebih mencekam daripada kasus gizi buruk, penyakit jantung dan lainnya.

Yang membuatnya tambah miris adalah rata-rata yang meninggal akibat kecelakaan itu adalah warga usia produktif antara 20-30 tahun. Artinya, NTB mengalami kerugian karena ada ratusan warga usia produktif berkurang. a�?Ini kita biarkan keluarga kita mati sia-sia di jalan,a�? katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Karena itu, hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Baik dirinya sebagai pemerintah, aparat, terutama masyarakat selaku pengguna kendaraan bermotor.

Bila dipilah dari jenis kendaraan, sebagian besar yang meninggal karena kecelakaan adalah pengguna sepeda motor. Mereka lebih banyak meninggal karena banyak tidak mengenakan helm, dan kebiasaan buru pemotor yang kebut-kebutan di jalan sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan. a�?Untuk menekan angka kecelakaan sepeda motor kuncinya dua, jangan suka ngebut, dan selalu pakai helm,a�? imbuh mantan Kepala Bakesbangpol itu.

Kondisi jalan raya di NTB menurutnya sudah cukup baik. Sekitar 99 persen jalan nasional dalam kondisi mantap, sementara jalan provinsi 76 persen dalam kondisi bagus. Bahkan jalan di NTB menurutnya berkeselamatan. Karena standar keselamatan jalan yang digunakan adalah standar internasional. Pemprov telah bekerjasama dengan pemerintah Australia untuk mengembangkan jalan yang berkeselamatan. Hal itu terlihat dari rambu dan fasilitas lalu lintas yang lengkap. Seperti petunjuk jalan, traffic light, dan guard rail atau pembatas jalan di tebing. Semua itu sangat mendukung keselamatan pengendara. a�?Artinya kecelakaan ini lebih disebabkan faktor manusia, lalai dalam berkendara,a�? katanya.

Dinas Perhubungan sendiri memiliki target untuk menurunkan angka kecelakaan sebesar 20 persen. Sehingga beberapa upaya sudah dilakukan, mulai dari mengaktifkan forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) yang terdiri dari 50 persen komunitas dan 50 persen pemerintah. Selain itu, Dinas Perhubungan juga bekerjasama dengan kepolisian memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan berkendara.

a�?Hal itu kita lakukan melalui pembacaan materi khutbah sadar berlalu lintas,a�? katanya. (ili/r7)A�

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost