Lombok Post
Metropolis

Mataram Jangan Jadi Lautan Sampah!

MASIH JADI MASALAH: Seorang pemulung mengais sampah di TPS pasar Pagesangan, Kota Mataram, kemarin (19/6). Ivan/Lombok Post

MATARAM-Tak ada hari libur bagi pasukan kuning selama cuti lebaran. Mereka tetap harus bertugas untuk memastikan berbagai sudut kota tetap bersih seperti hari-hari biasanya.

“Itu sudah kami sampaikan, semua tetap bertugas,a�? ujar Kadis Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram Irwan Rahadi, kemarin.

Kalaupun ada yang izin, pembagian harus dilakukan dengan sesama pasukan kuning lain secara internal. Intinya tak boleh ada pos yang kosong ditinggal tanpa pengganti.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sejak cuti lebaran dimulai, petugasnya akan langsung memantau titik-titik tumpukan sampah untuk ditangani. a�?Tapi kemungkinan paling banyak sampah saat malam lebaran dan hari raya itu,a�? ujarnya.

Penanganannya adalah dengan mengikuti seluruh rute keramaian yang ada. Misalnya kala malam lebaran, pawai takbiran yang diadakan akan dipantau terus. Sepanjang jalan yang dilalui, petugasnya berjaga dan bekerja.

Pada malam itu juga, pasukan kebersihan akan berupaya menangani sampah sebelum pagi menjelang. a�?Supaya saat hari raya sudah bersih,a�? imbuhnya.

Selepas itu, diprediksi tumpukan sampah akan kembali muncul usai Salat Id di lokasi-lokasi penyelenggaraan. Saat itulah tim kembali dikerahkan untuk menanganinya.

Intinya, dalam skema yang direncanakan, Irwan berkeinginan tak ada sampah. Karena itu, semua petugas kebersihan tak boleh libur. Mulai dari pasukan kuning tim penyapu jalan hingga para sopir yang membawa truk sampah.

Mereka nanti akan diberikan intensif. Sehingga tak boleh ada alasan untuk bermalas ria dan membiarkan kondisi kota kotor selama libur lebaran.

Terkait tugas berat yang diemban pasukan kuning itu, Wali Kota Mataram menyebut mereka merupakan bagian tak terpisahkan dari kesuksesan pembangunan Mataram. Jika investor mau berinvestasi, wisatawan mau berkunjung, dan masyarakat merasakan pembangunan yang baik, itu semua tak lepas dari kerja keras para pekerja lapangan. Misalnya pasukan kuning.

“Mereka banyak jasa untuk Mataram ini,a�? ujarnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost