Lombok Post
Headline Metropolis

Puncak Mudik di NTB Diprediksi H-4 Lebaran

DIBAWA MUDIK: Beberapa pria berupaya menaikkan sepeda motor ke atas sebuah bis di Terminal Mandalika, Bertais, Kota Mataram, kemarin. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Memasuki H-6 jelang Hari Raya Idul Fitri, lonjakan penumpang di Terminal Mandalika, meningkat sampai 50 persen. Sebagaian besar tujuan mudik penumpang adalah ke wilayah Timur. Dengan tujuan Sumbawa dan Bima.

a�?Tapi kami masih perkirakan peningkatan lebih besar jelang H-4 (besok),a�? kata Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mandalika, Kementerian Perhubungan RI, Saiful Jihad kepada Lombok Post, kemarin.

Seperti diketahui Terminal Tipe A Madalika, sejak awal Januari 2017 lepas dari Pemerintah Kota Mataram. Kini berada di bawah Kementerian Perhubungan RI. Perubahan status menjadi instansi vertikal ini, membuat program keselamatan penumpang menjadi lebih maksimal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kalau dulu (ketika masih di bawah Pemkot) kami ditekankan pada retribusi, tetapi di bawah kementerian kami ditekankan keselamatan penumpang,a�? jelasnya.

Adanya perubahan prioritas ini membuat pengawasan terhadap kendaraan yang masuk dan keluar terminal semakin di tingkatkan. Mulai dari kelayakan kendaraan, kesehatan pengemudi sampai kelengkapan surat-surat kendaraan.

a�?Kami yakinkan persoalan keselamatan, sudah tidak seperti dulu lagi, karena pengecekan kelayakan kendaraan yang beroperasi, bukan lagi setiap bulan atau jelang Idul Fitri saja, tetapi setiap hari kami cek,a�? jelasnya.

Ia juga menegaskan, semua kendaraan yang beroperasi melalui terminal A, semua telah dijamin kelayakan operasinya. “Kami tidak akan pernah mengijinkan kendaraan yang tidak layak keluar dari terminal,a�? tegasnya.

Atas dasar itulah, ia mengimbau pada masyarakat yang hendak mudik, tidak ragu-ragu lagi menggunakan kendaraan angkutan darat untuk pulang ke kampung halaman. Pengecekan kendaraan tidak seperti dulu yang selalu terkesan dicek dadakan. Terutama jelang hari-hari besar yang berpengaruh terhadap lonjakan penumpang.

“Setiap hari kami ramcek kendaraan, anda (wartawan, Red) bisa saksikan langsung di depan,a�? ujarnya sembari menunjuk ke arah petugas yang sudah siap melakukan pengecekan pada kendaraan yang masuk terminal.

Saat ini, lanjut dia, jumlah kendaran tidak laik jalan, jauh menyusut. Itu karena adanya pengetatan aturan dan pengawasan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana banyak ditemui kendaran yang tidak laik jalan saat dilakukan pengecekan oleh petugas. “Dulu, kita sering temukan dari 11 bus, 8 tidak laik jalan. Tapi kini Alhamdulillah setelah rutin melakukan pengawasan sudah jauh berkurang. Kami temui tak lebih dari dua unit,a�? jelasnya.

Total Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) yang siap dioperasikan di Terminal Tipe A Mandalika mencapai 118 unit. Sementara angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 102 unit. a�?AKAP yang berangkat ada 10 unit, sedangkan AKDP 25 unit jelang H-6 ini,a�? ujarnya.

Jumlah ini meningkat dibanding hari-hari biasanya. Dimana AKAP sebanyak 5 unit, sedangkan AKDP 10-15 unit.

Tingginya lonjakan penumpang ini diklaim Saiful Jihad tidak lepas dari kenyamanan terminal saat ini yang sudah jauh lebih baik dari dulu. a�?Ruang preman untuk beraksi saat ini sudah kita persempit dengan menyebar petugas di banyak titik,a�? jelasnya.

Suasana terminal saat ini dikatakannya sudah jauh lebih nyaman, aman, tertib dan bersih. Ia juga menerapkan sejumlah kebijakan diantaranya pemisahan pengunjung dengan penjual karcis.

“Saya juga pisahkan tempat parkir bis dengan pengunjung, karena di sana biasanya terjadi pemalakan oleh preman,a�? terangnya.

Para agen karcis juga dilarang menjual karcis di depan gerbang. Semua harus jual beli tiket di depan area loket tiket bus.

“Kenaikan tiket, rata-rata Rp 30 ribu, ini bukan karena tuslah, tidak ada tuslah. Ini hanya hukum pasar yang berlaku, karena tingginya angka permintaan layanan transportasi,a�? tutupnya.

Sementara itu General Manager (GM) Damri Jajak Sumijan mengaku telah menyiapkan 66 unit kendaraan bus untuk melayani jasa transportasi mudik. Namun berbeda dengan penjelasan Saiful, Jajak mengaku belum melihat ada peningkatan berarti hingga H-6 kemarin.

“Belum ada, masih stabil seperti hari-hari sebelumnya,a�? kata pria yang menggantikan GM Damri sebelumnya, Nursyamsu.

Ke-66 unit itu akan melayani semua rute mudik masyarakat. Baik yang menempuh perjalanan antar kota dalam provinsi atau antar kota antar provinsi. a�?Pemesanan atau booking tiket, masih seperti biasa, kemungkinan lonjakan mendekati H-4,a�? ujarnya.

Ia juga berencana memaksimalkan lagi BRT untuk melayani transportasi masyarakat. Khususnya di dalam kota dan antar kota yang menjadi rute pelayanan BRT.

“Kami akan maksimalkan ini, jika memang nanti sangat dibutuhkan masyarakat,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost