Lombok Post
Headline Selong

Libur Lebaran, Pendaki Rinjani Tembus 4.724 Orang

Padat : Suasana Area Perkemahan di Pelawangan Sembalun, Lotim nampak dipadati tenda pendaki Kamis (29/6). Libur panjang lebaran membuat Rinjani diserbu Pendaki. Zulhakim/Lombok Post

SELONGa��Libur lebaran membuat jumlah pendaki yang berkunjung ke Taman Nasional Gunung A�Rinjani (TNGR) meningkat drastis. Data Balai TNGR menyebut sejak Minggu (25/6) hingga kemarin (29/6), jumlah pengunjung Rinjani mencapai 4.724A� orang. Jumlah ini dipastikan terus meningkat hingga akhir masa liburan Minggu (2/7).

A�a�?Di tiga hari paska lebaran memang ada peningkatan. Angka registrasi pendaki mencapai di atas seribu lebih. Didominasi oleh pendaki lokal,a�? kata Kepala Balai TNGR R Agus Budi Santoso.

Peningkatan kunjungan diungkapkannya mulai terjadi pada H+ 2 lebaran lalu. Berdasarkan data statistik pada tahun-tahun sebelumnya, momen libur paska lebaran angka pendakian rinjani memang selalu meningkat baik dari pendaki lokal maupun mancanegara. Pantauan kamera CCTV, lokasi perkemahan pelawangan Senaru dan Sembalun telah penuh.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Untuk Hari Minggu (25/6) bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri lalu jumlah kunjungan pendakian ke gunung Rinjani via pintu Sembalun masih normal. Jumlah pengunjung yang registrasi sebanyak 135 orang dengan rincian pengunjung mancanegara 83 orang dan pengunjung nusantara 52 orang.

Sementara Hari Senin (26/7) jumlah kunjungan pendakian meningkat signifikan dengan jumlah pengunjung yang registrasi sebanyak 1.053 orang. Rinciannya 132 pengunjung mancanegara dan 921 orang pendaki lokal. Hari Selasa (27/6) jumlah pengunjung yang registrasi sebanyak 1.443 orang dengan rincian 142 orang pendaki mancanegara dan 1.301 orangA� pendaki lokal.

Puncak peningkatan kunjungan berlangsung Rabu (28/6) lalu dima jumlah pengunjung mencapai 1.460 orang dengan rincian 175 pendaki asing dan 1.285 pendaki lokal.

A�a�?Kalau untuk Hari Kamis sudah mulai menurun sekitar 633 orang pendaki dengan 176 pendaki asing dan 457 orang pendaki nusantara. Kalau hari ini (Kemarin, Red) datanya belum direkap,a�? akunya.

Pantauan Lombok Post Kamis (29/6) hampir seluruh areal perkemahan baik di Segara Anak, Goa Susu dan Pelawangan Sembalun dipadati pengunjung. Bahkan para pendaki harus menyesaki tepian tebing yang sebenarnya merupakan lokasi rawan sebagai areal penginapan. Sementara itu para pengunjung yang hendak naik maupun turun dari pelawangan harus mengantre di beberapa titik. Mereka harus bergiliran menyusuri jalur pendakian yang sempit dan terjal.

Lima Pendaki Dievakuasi

Terpisah, Kepala Resor Balai TNGR Sembalun Zainudin mengungkapkan setidaknya ada lima pendaki yang dievakuasi petugas selama kurun libur A�lebaran. Kamis (29/6) lalu dua orang pendaki dievakuasi. Satu orang merupakan warga asing asal Belanda atas nama Silfi Eline Yohana yang cedera akibat terpeleset saat turun dari puncak rinjani menuju Pelawangan Sembalun. Sedangkan satu lagi merupakan pendaki lokal atas nama Sukri warga asal Sesela Lombok Barat. Ia dievakuasi setelah terkena ledakan tabung gas saat memasak sehingga mengalami luka bakar.

a�?Kalau pendaki asal belanda tadi malam (kemarin malam, Red) sudah turun dan langsung dibawa ke Mataram sama TO-nya. Sementara pendaki lokal itu saat ini masih dirawat di Puskesmas Sembalun,a�? tutur Zen, sapaan akrabnya.

Sementara untuk kemarin, Zen mendapat laporan sekitar pukul 09.00 Wita pendaki asal Ceko atas nama Been Cekhi terpeleset juga saat mendaki. Hingga berita ini ditulis, Been dikatakan Zen mash dalam proses evakuasi untuk diturunkan melalui jalur pendakian Sembalun.

Selain Been, dua orang pendaki lokal atas nama Aida Safitri dan Gede Agus Setiawan warga Narmada Lombok Barat juga dilaporkan tenggelam saat mandi di air terjun Mangku Sakti. Keduanya saat ini dikatakan Zen sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Sembalun. a�?Jadi total memang ada lima orag yang kami terima laporannya dievakuasi,a�? jelasnya.

Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan atau hal yang tidak diinginkan saat pendakian, pihak TNGR sendiri telah menyiapkan beberapa upaya antisipasi.

a�?Papan imbauan dan larangan juga sudah kami pasang di lokasi yang patut diwaspadai. Kondisi di Pelawangan Senaru, Sembalun, Danau Segara Anak, dan Jebak Gawah sudah dipantau kamera CCTV,a�? jelas Kepala Balai TNGR Agus Budi Santoso.

Upaya ekstra ini tidak terlepas karena belum lama ini diketahui bahwa seorang pengunjung asal Bali meninggal dunia di danau Segara Anak. Untuk itu, pihak TNGR tetap meminta agar pengunjung harus menjaga keselamatan serta tidak lupa menjaga kenyamanan lingkungan. a�?Pendaki harus tetap berhati hati, tidak memaksakan diri, mengikuti larangan dan himbauan yang ada, serta membawa sampahnya turun kebawah,a�? pintanya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Rohman Mantap Pilih Jalur Independen

Redaksi LombokPost

Masyarakat Harus Lebih Selektif!

Redaksi LombokPost

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tenda di Mina Penuh Sesak, Ruang Satu Jamaah Hanya 0,8 Meter Persegi

Redaksi LombokPost

Amman Mineral dan YMBH Serahkan Hewan Kurban di Sumbawa dan Lombok

Redaksi Lombok Post