Lombok Post
Metropolis

1.500 Hektare Sawah Baru Siap Dicetak di NTB

SIAP TANAM: Tampak pematang sawah di Kecamatan Tempos, Lombok Barat saat akan memasuki musim tanam, beberapa waktu lalu. Tahun ini pemprov akan mencetak 1.500 hektare sawah baru. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Demi mewujudkan target swasembada beras, pemerintah terus mencetak sawah baru di berbagai daerah di Indonesia. Di NTB, A�Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikutura akan mencetak 1.500 hektare sawah baru tahun ini.A� Sementara itu, tahun depan direncanakan sebanyak 5.000 hektare sawah baru.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura NTB Husnul Fauzi mengatakan, alokasi pencetakan sawah baru tahun ini dibuat sesuai dengan desain investigasi yang ada. Sesuai dengan hasil lembaga penelitian Universitas Mataram, tercatat 1.500 hektare yang dapat dijadikan sebagai sawah baru.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?1.500 ini yang akan dikerjakan fisiknya,a�? ujarnya.

Ia menuturkan, pencetakan sawah baru tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya menggunakan konsep H=1. Artinya, percetakan sawah baru dikerjakan langsung pada tahun itu juga. Hal ini menimbulkan banyak polemik karena percetakan dilakukan tanpa disertai desain.

a�?Kita tidak ingin hal ini berpolemik,a�? sambungnya.

Sebab itu konsep diubah menjadi H-1. Artinya, percetakan sawah dilakukan setelah desain keluar terlebih dahulu. Misalnya, pencetakan sawah sebanyak 1.500 hektare tahun ini telah didesain pada satu tahun sebelumnya. Begitu juga untuk 5.000 hektare sawah baru tahun depan di desain pada tahun ini.

Sementara terkait perkembangan 1.500 hektare sawah baru ini, Fauzi mengatakan, rencanannya akan rampung pada September mendatang. Hal ini dilakukan agar bisa langsung masuk pada masa tanam pajale (padi, jagung, kedele) di 2017 hingga 2018 mendatang.

Pengerjaan sawah baru ini bekerjasama dengan Korem 162/WB. Korem sebagai pelaksana di lapangan sudah mulai mengajukan termin pertama untuk pencetakan sawah baru. Di termin pertama ini akan dicetak sebanyak 20 persen lahan dari 1.500 hektare tersebut.

a�?Kemudian dioperasionalkan, setelah itu baru tahap kedua 40 persen dan ketiga 40 persen,a�? jelasnya.

Pencetakan sawah baru ini rencananya akan dilakukan di empat daerah di NTB. Yakni Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Namun untuk Kabupten Dompu terpaksa dialihkan ke Sumbawa. Hal ini dikarenakan tidak ada lokasi yang cocok di daerah tersebut.

a�?Tahun 2018 mendatang semoga bisa merata,a�? harapnya.

Sementara alokasi jumlah percetakan sawah baru, Fauzi mengatakan, didominasi oleh Kabupaten Sumbawa sekitar 1.230 hektare. SementaraA� Kabupaten Bima sebanyak 150 hektare dan sisanya kabupaten Lombok Timur. Untuk anggaran sendiri sebanyak Rp 16 juta per hektare. Jika dikalikan dengan jumlah 1.500 hektare, dana diperkirakan mencapai Rp 22 miliar.

Sejauh ini Fauzi mengatakan, belum ada masalah terkait percetakan sawah baru tersebut. Permasalahan tidak akan timbul ketika lahan tersebut tidak memiliki masalah di status lahan. Seperti tidak bersentuhan dengan hutan apapun dan paling tidak berstatus milik petani.

a�?Semua harus jelas,a�? tandasnya. (fer/r7)

 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost