Lombok Post
Headline Tanjung

Alhamdulillah… KLU Bebas dari Desa Tertinggal

HALALBIHALAL: Direktur Regional Institut Badrul Munir (paling kiri) bersama Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (tengah) dan Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin saat menghadiri halalbihalal di kantor DP2KBPMD, kemarin (5/7). PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG-Saat ini 33 desa yang ada di Lombok Utara tidak lagi menyandang status desa tertinggal. Hal ini diungkapkan Direktur Regional Institute Badrul Munir usai menghadiri halalbihalal di kantor DP2KBPMD, kemarin (5/7).

Badrul menjelaskan dari delapan kabupaten di NTB, Lombok Utara menjadi satu-satunya yang tidak memiliki desa tertinggal. Meskipun saat ini masih menjadi kabupaten tertinggal. Hal ini dilihat dari aspek yang ada di desa.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Diantaranya, aspek tata kelola lingkungan seperti infrastruktur, sarana prasarana dan aksesbilitas. Kemudian aspek tata kelola sosial budaya seperti pendidikan dan rumah sakit. Terakhir adalah aspek tata perekonomian.

a�?Tiga pilar ini yang dilihat dari beberapa indikator,a�? tandasnya.

Mantan Wakil Gubernur NTB ini mengungkapkan, dari segi perekonomian di desa masih lemah. Ini karena industri olahan berbasis masyarakat masih minim.

a�?Jangan lagi jual barang mentah. Harus bisa diolah,a�? cetusnya.

Lebih lanjut, Badrul mengungkapkan, daerah yang memiliki desa tertinggal terbanyak adalah Bima sebanyak 15 desa. Kemudian disusul Sumbawa tujuh desa, Dompu lima desa, Lotim tiga desa, Loteng dua desa, Lobar dua desa, dan Sumbawa Barat satu desa.

a�?Ini ironi karena tidak ada desa tertinggal tapi perekonomian masih rendah,a�? katanya.

Untuk itulah pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan seluruh kepala desa di Lombok Utara dan pelaku usaha. Ini untuk mencari jalan keluar di sektor perekonomian. Apalagi saat ini di Lombok Utara sudah tersedia bahan baku yang berlimpah namun barang yang dijual justru dari daerah lain.

Menurut Badrul saat ini ada satu desa di Lombok Utara yang memperoleh predikat desa dengan indeks pembangunan tertinggi di Indonesia yakni Desa Pemenang Barat. a�?Ini tertinggi di Indonesia berdasarkan hasil yang dikeluarkan Bapenas, BPS, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,a�? ungkapnya.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengamini hal tersebut. Najmul mencontohkan misalnya dari buah kelapa. Saat ini masyarakat di Lombok Utara hanya mengambil dagingnya saja. Akan tetapi bahan lainnya seperti serabut, batok dan air tidak digunakan dengan maksimal.

Sementara itu, Kepala DP2KBPMD Kholidi Halil mengungkapkan, menindaklanjuti hasil penelitian ini pihaknya akan melakukan pertemuan guna membedah apa yang diperoleh Regional Institut agar perekonomian di desa bisa ditingkatkan. (puj/r7)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost