Lombok Post
Metropolis

Listrik Lampion di Jalanan Kota Mataram Listrik Habiskan Rp 1,2 Miliar

INDAH TAPI MAHAL: Lampion-lampion yang dipasang Pemerintah Kota Mataram, selama menyambut bulan Ramadan lalu. Dok/Lombok Post

MATARAM-Selama bulan Ramadan pemerintah Kota Mataram memasang ribuan Lampion di sejumlah titik di Kota Mataram. Walau memberi kesan indah dan semarak, rupanya berdampak pada membengkaknya biaya tarif PJU listrik yang dibayarkan ke PLN yakni Rp 2,2 milar.

Angka ini melonjak dari kisaran biasanya yang dibayar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) yang dalam setiap bulannya biasanya mengeluarkan Rp 1,8 miliar. Dengan kata lain tagihan pemkot naik sebesar Rp 400 juta.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Kenapa bisa naik karena pasang lampion,a�? kata Kepala DPKP Kota Mataram H Kemal Islam.

Rencananya, pemerintah akan tetap membiarkan lampion itu, sampai akhir bulan agustus. Diperkirakan dalam tiga bulan ke depan pemkot akan merogoh saku lebih dalam, membutuhkan biaya sekitar Rp 1,2 miliar untuk bayar daya penerangan lampion.

Namun demikian, Kemal mengaku masih belum rugi. Karena, biaya Pajak Penerangan Jalan (PPJ), dari hitung-hitungannya masih surplus dari dari pengeluaran. “Kalau ndak salah PPJ yang diterima daerah Rp 36 miliar pertahun,a�? jelas Kemal.

Jika menghitung dengan penghabisan tahun lalu, dalam setiap tahun rata-rata listrik yang dibayar sebesar Rp 28 miliar. Kemal menyebut ada kelebihan bayar sekitar Rp 8 miliar. “Nah kelebihan itu yang kita pakai beli lampu baru, kalau ada yang mati dan melakukan perbaikan-perbaikan,a�? jelasnya.

Ia juga menjamin, dihapusnya subsidi listrik tidak membuat tagihan ikut membengkak. Sebab, besaran PPJ diatur dari persentase pembayaran listrik.

a�?Pasti ada kenaikan setoran juga, misalnya saya beli listrik seharga Rp 100 ribu lalu naik menjadi Rp 150 ribu, karena subsidi dicabut, maka naik juga setoran, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu,a�? terangnya.

Selama ini penarikan PPJ, menjadi satu dalam tarif bayar listrik yang harus dibayar ke PLN. Baru kemudian hasil penarikan PPJ itu masuk dalam kas daerah.

“Sejak saya masuk saya telah memasang 11 ribu titik lampu baru, termasuk penggantian. Saya menargetkan sampai tahun 2018 bisa jadi 15 ribu titik lampu,a�? tandasnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost