Lombok Post
Selong

Kisah Pilu Habib dan Ridho dua Bocah Telantar di Sukamulia

BUTUH PERHATIAN: Dua bocah terlantar di Sukamulia setiap harinya harus tinggal di Masjid karena tidak ada yang mengurus mereka. TONI/LOMBOK POST

Dua bocah asal Bagek Ndep Kecamatan Sukamulia harus merasakan pahitnya kehidupan sejak mereka di lahirkan. Kini, di usia yang harusnya mereka bisa merasakan asiknya bermain. Mereka harus berjuang bertahan hidup saling melindungi.

***

Wajah Habib, kakak dari Ridho terlihat murung. Tampak jelas di matanya banyak hal yang ia pikirkan. Sementara Ridho, wajahnya sedikit lebih lepas. Tidak sadar dan tidak terbebani atas apa yang mereka alami. Dua bocah ini merupakan anak telantar yang setiap harinya tidur di pelataran masjid wilayah Sukamulia.

Keduanya merupakan anak yang ditelantarkan kedua orang tua dan keluarganya. Mereka tidak punya tempat tinggal dan tidak punya apapun untuk dimakan. Setiap harinya, mereka berkeliling dari satu rumah ke rumah lain meminta belas kasihan untuk diberikan makan. Sementara untuk tidur, rumah mereka adalah masjid, jalanan, hingga emperan toko.

a�?Sejak lebaran lalu mereka setiap hari tidur di masjid. Kadang warga sekitar tidak memberikan mereka tinggal di masjid karena kondisinya yang kotor. Sehingga, kami kasih mereka tidur di panggung yang sedang dibuat,a�? ujar Saefudin Ketua RT setempat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Habib terlihat lebih murung. Bocah ini nampaknya sudah tak kuasa menahan beban hidup yang mereka alami. Setiap hari, ia bersama adiknya menggantungkan hidup dari belas kasihan orang lain. Beberapa bekas luka juga terlihat menghiasi sekujur bagian tubuhnya. Namun keduanya terdiam tak menjelaskan darimana mereka dapat luka tersebut.

Kedua anak ini selalu terlihat bersama. Mereka tak pernah berbaur atau ikut bermain bersama anak-anak lainnya.a�?Karena kalau mereka ikut bermain, mereka selalu dipukul oleh anak-anak di sekitar sini. Mereka juga sering diolok-olok karena orang tua mereka dibilang gila dan tidak jelas,a�? tutur Saef.

Sementara Habib yang ditanya terkait hal itu tak banyak bicara. Ia hanya merespon dengan memberi anggukan membenarkan apa yang dikatakan tentang dirinya dan adiknya. Tumpukan kesusahan yang dialaminya tergambar jelas dari raut wajah bocah ini.

Dari penuturan Saef, Habib diketahui merupakan anak dari salah seorang warga setempat. Ibunya memiliki gangguan kejiwaan. Sehingga, tidak diketahui pasti siapa ayah dari anak ini. Begitupun ibunya, keberadaannya kini entah dimana.

a�?Anak ini sempat kami kembalikan ke kakeknya. Tapi mereka juga berkeliaran lagi, sepertinya mereka tidak ada yang mengurus dan tidak ada yang mencari,a�? beber Saef.

Diketahui keluarganya sendiri merupakan orang dengan latar belakang ekonomi yang sangat tidak mampu dan berada di bawah garis kemiskinan.

Bersama Ketua RT setempat, Habib dan Ridho menunjukkan tempat dimana ia tidur sehari-hari. Di sebuah panggung terbuka dekat masjid. Beralaskan papan dan berselimut sarung mereka setiap hari harus bertahan melawan dinginnya malam.

A�a�?Ya di sini mereka tidur setiap hari. Soalnya kalau kami ajak pulang tidur di rumah, anak-anak kami takut sama mereka,a�? aku sejumlah warga setempat.

Namun, saat ini Habib dan Ridho sudah dijangkau oleh petugas Satuan Bhakti Pekerja Sosial Dinas Sosial. Sehingga, mereka rencananya akan dibawa ke LKSA Muhammadiyah. Di sana mereka akan ditampung dan dibina agar mendapatkan perawatan dan bisa mengenyam pendidikan.

a�?Kami sudah berkoordinasi dengan pihak LKSA Muhammadiyah Selong. Mereka menyatakan kesiapannya untuk menerima kedua anak ini. InsyaAllah Senin besok (hari ini, Red) kami akan antarkan anak ini ke sana,a�? kata Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial Lotim. (HAMDANI WATHONI, Selong/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost