Lombok Post
Headline Metropolis

Pembela Rizieq Sihab Ditusuk di Tol Jagorawi

Bacok-Tusuk

DEPOKa��Pakar IT Hermansyah mengalami penusukan di Tol Jagorawi, KM 6, Jakarta Timur, kemarin pagi (9/7). Saksi kasus chat mesum, Rizieq Shihab dan Firza Husein, tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Kota Depok untuk mendapat perawatan intensif.

Dari keterangan beberapa saksi, diketahuiA�sebelum kejadian penusukan, korban sempat diserempet oleh mobil para pelaku yang ditengarai berjumlah lima orang pada pukul 04.00. Korban yang kaget langsung mengejar mobil pelaku dan berhasil memberhentikan kendaraan pelaku.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Bukannya minta maaf, para pelaku malah menyerang korban secara membabibuta. a�?Korban langsung tersungkur, Petugas Jasa Marga yang mengetahui kejadian ini langsung membawa korban ke RS Hermina,a�? terang Kapolresta Depok Kombespol Herry Heryawan.

Saat ini pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut. Kendati begitu, dugaan awal atas kasus ini merupakan kasus pengeroyokan. a�?Sejauh ini kasus pembacokan ini masih merupakan kasus pengeroyokan,a�? beber dia.

Lain dengan pihak kepolisian, sahabat Herman, Ichsanudin Noorsy menyatakan dalam kasus ini ada unsur perencanaan. a�?Bila melihat kronologis kasus ini, para pelaku telah merencanakan aksinya, apalagi beberapa waktu belakangan Herman vocal memberi pernyataan yang membela kasus Habib Rizieq,a�? ujar dia.

Dia berpandangan jauh, jika para pelaku telah jauh-jauh mengawasi gerak-gerik sahabatnya tersebut. Hal itu kata dia dapat dilihat dengan para pelaku yang telah menyiapkan senjata tajam untuk menusuk sahabatnya.

Ichsan membeberkan, selama ini sahabatnya itu merupakan orang yang frontal dan cenderungA�A�out of the box dalam memandang sebuah kasus. a�?Saya harus bilang kami memiliki pemikiran yang hampir sama dalam memandang sebuah kasus, cendrung anti mainstream,a�? ungkap pria yang juga Pengamat Ekonomi tersebut.

Sahabat korban lainnya, Habib Idrus Algadri membenarkan korban merupakan orang yang frontal mebela Habib Rizieq, “Betul dia merupakan Hermansyah, dia salah satu sahabat kami,” ujar dia kepada Jawa Pos di RS Hermina.

Adik korban yang ditemuai di rumah sakit, Nuti Suwarti mengatakan, dirinya pertama kali mendapat kabar kakaknya masuk ke rumah sakit pada pukulA�A�04.30 dini hari. Saat itu dia mendapat kabar jika kakaknya mengalami sakit lambung dari sang ibu. a�?Mungkin karena takut shock, ada yang memberi tahu kalau kaka saya sedang dirawat di rumah sakit karena lambungnya berdarah, saya langsung datang ke rumah sakit,a�? ungkap dia.

Dirinya menjelaskan, korban mengalami lima luka tusuk di tangan dan kepala. Karenanya dokter rumah sakit langsung mengambil keputusan untuk mengoperasi korban. a�?Luka tusuk di kepala bagian samping kanan, leher sebelah kiri, lengan sebelah kanan serta telapak tangan bagian kanan dua buah,a�? ujar dia.

Nuti mengatakan, selama ini sang kakak bekerja di bagian IT di salah satu provider telepon ternama di Indonesia. Tetapi, dia mengaku kakanya tersebut tidak memiliki musuh. a�?Nggak pernah cerita dia punya musuh, taunya dia itu kerja biasa,a�? ungkap dia.

Dirinya berharap kasus ini mampu menemukan titik terang. Seluruh pelaku dapat tertangkap dan diadili dengan hukuman setimpal. a�?Kami berharap semua pelaku dapat tertangkap dan kakak saya dapat membaik kondisinya,a�? harap dia.

Sementara itu, salah seorang kuasa hukum Rizieq Shihab Sugito Atmo Prawiro angkat bicara terkait penusukan yang menimpa Hermansyah. Dia menyebutkan, kasus itu jelas merupakan bentuk teror.

Sugito mengatakan bahwa Hermansyah seharusnya memberikan keterangan saksi untuk kasus dugaan konten pornografi pada 11 Juli mendatang. “Mungkin ada yang akan merasa terganggu kalau sampai memberikan keterangan sebagai ahli kepada polisi. Mangkanya dihentikan dulu” terang dia, saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin malam.

Dia berharap, dugaan itu tidak benar. “Semoga ini bukan sabotase terhadap penegakan hukum yang fair, adil, dan profesional. Kita semua harus waspada terhadap provokasi oleh siapapun,” paparnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait agenda pemanggilan tersebut, salah seorang penyidik Ditreskrimsua AKBP Ferdy Irawan menampik jika polisi memanggil Hermansyah pada 11 Juli. “Berdasar agenda penyidikan tidak ada. Kami tidak memanggil Hermansyah,” ujarnya.

Kemudian Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menampik ada intervensi dari polisi untuk masalah tersebut. Dia menegaskan, anggotanya tidak terlibat.

“Sekarang polisi masih menyelidiki juga. Bagaimana kasusnya. Tunggu dulu. Jangan menyebarkan informasi yang tidak benar,” terangnya saat dihubungi melalui telepon kemarin malam.

Mantan Kapolres Nunukan Kaltim itu juga menyinggung terkait status berkas Rizieq dan Firza pada kasus tersebut. Dia menyatakan, untuk berkas status tersangka Fitza, pihaknya belum mengembalikkan kembali ke Kejaksaan. “Masih diperbaiki,” jelas dia.

Lalu, untuk berkas status tersangka Rizieq pun begitu, lanjut Argo. Dia menyatakan, meski pihaknya tidak mendapat pernyataan dari Rizieq, polisi tetap meneruskan penyidikan. “Tetap saja, Pak Rizieq tidak akan mengaku. Tapi, ya, boleh saja. Kita buktikan di peradilan,” paparnya.

Rizieq diketahui berada di Yaman, hingga kemarin. Sugito membenarkan keberadaan kliennya itu. “11 Juli, Pak Habib bakal mengisi semacam kuliah umum di kampus Rubath Imam Al-Muhajir,” tambahnya. (sam) (bry/JPG/r5)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost