Lombok Post
Headline Metropolis

Unik… Rumah Terbalik Kini Ada di Kuta, Lombok Tengah

UNIK: Sebuah keluarga yang merupakan pengunjung wahana rumah terbalik sedang mencoba sensasi berfoto di salah satu ruangan terbalik milik Etik Purwanti di jalan lintas pantai Kuta, Lombok tengah, kemarin (9/7) Ferial/Lombok Post

Jogja dan Bali punya wahana Rumah Terbalik, begitu juga NTB khususnya di Lombok. Berfoto di sebuah ruangan merupakan hal yang normal. Namun bagaimana jadinya jika ruangan tersebut justru tidak normal alias terbalik. Seperti apa sensasinya? Berikut ulasannya.

***

Minggu pagi kemarin (9/7), cuaca nampaknya sedikit tidak bersahabat. Awan mendung sudah mulai terhampar luas di langit. Tanda-tandanya akan terjadi hujan lebat. Namun hujan belum juga turun lebat. Hanya beberapa tetes kecil yang jatuh ke aspal jalan raya.

Meski begitu, tak membuat Lombok Post dan beberapa rombongan urung berangkat. Pagi itu mereka akan pergi menelusuri sebuah rumah di kawasan lintas Pantai Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Rumah yang hendak ditelusuri ini bukanlah rumah biasa. Rumah ini menjadi viral di beberapa medsos karena keunikannya yang belum ditemukan di Lombok, khususnya di NTB ini.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Namanya rumah terbalik, di mana setiap ruangannya terbalik. Hal ini yang membuat kami penasaran dan memutuskan untuk melihat langsung rumah tersebut. Berjalan dari kota Mataram, saat itu hujan belum turun. Lombok Post mengambil jalur Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Namun gerimis mulai terasa pada saat mulai memasuki kawasan Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah.

Hujan mulai deras pada saat rombongan masuk jalur Bypass Lombok International Airport (LIA) I. Rombongan Lombok Post yang saat itu hanya menggunakan kendaraan roda dua pun akhirnya harus menepi. Kami memutuskan untuk berteduh di sebuah pusat oleh-oleh khas Lombok yang tak jauh dari jalan tersebut.

Setelah menunggu selama dua menit, ujan mulai reda dan hanya meninggalkan gerimis. Perjalanan masih cukup panjang. Tantangan pun belum hanya sampai di situ. Sesampai di desa Sasak Ende, kami harus melewati jalan raya yang berlumpur akibat perbaikan jalan. Kemacetan sempat terjadi sebentar akibat antrean kendaraan yang ingin lewat. Namun perlahan kami akhirnya tetap melaju melewati jalan becek yang berakhir di desa wisata Sade itu.

Melanjutkan perjalanan lagi menuju Pantai Kuta Mandalika. Beberapa kilometer sebelum sampai di pantai, kami bertemu dengan bundaran pertigaan. Saat itu kami mengambil jalur ke kanan, kira-kira lima ratus meter setelah Puskesmas Kuta. Di sebelah kanan jalan terlihat sebuah bangunan yang bertuliskan a�?Rumah Terbalika�?. Di sinilah tempatnya bangunan yang di mana setiap ruangannya terbalik.

Lombok Post pun mulai menemui sang owner. Kehadiran kami diterima dengan ramah oleh Etik Purwanti dan suaminya Scott Hindmarch. Tak berpanjang basa-basi, Etik mulai menjelaskan keunikan rumah miliknya itu.

Menurut wanita asal Jawa itu, rumah terbalik dibangun untuk menciptakan suasana baru di kawasan Kuta, Lombok Tengah. Sejauh ini masyarakat hanya familiar dengan destinasi wisata pantai yang ada. Belum ada sebuah tempat unik yang bersifat kekinian.

a�?Jadi kita mau buat sesuatu yang kekinian bagi remaja maupun keluarga yang berlibur kesini,a�? ujarnya.

Sejauh ini wisata pantai Kuta hanya terbatas surfing maupun berenang di lautan. Belum terdapat suatu tempat yang bersifat instagramable. Sementara saat ini tengah populer kebiasaan upload foto menarik di salah satu media sosial tersebut.

a�?Ini satu-satunya dan belum ada di Lombok maupun NTB,a�? akunya.

Wanita satu anak ini mengaku membuat rumah terbalik ini dari inspirasi rumah terbalik yang ada di Jogjakarta. Kebetulan saat itu ia juga kenal dengan salah satu vendor rumah terbalik itu. Ia belajar banyak mengenai desain padanya.

a�?Saya banyak dibantu sama dia,a�? ungkapnya pada Lombok Post.

Rumah terbalik ini dulu merupakan beberapa kamar hotel. Namun kamar tersebut disulapnya menjadi studio. Tercatat sebanyak 9 studio tempat foto yang diisi berbagai furnitur berbeda. Ada kamar tidur, kantor, ruang dokter gigi, salon, ruang tamu, pom bensin, dapur, toilet hingga penjara.

a�?Ada beberapa kostum juga disediakan,a�? sambungnya.

Meski baru buka selama dua minggu, namun animo pengunjung terlihat sangat antusias. Hal ini terlihat dengan tingkat kunjungan yang cukup tinggi per harinya untuk awal usaha. Dibuka mulai pagi, kunjungan mulai meningkat pada siang hingga jam 7 malam. Dalam sehari, rumah terbalik dikunjungi lebih dari 80 orang pengunjung.

a�?Soal harga kita masih promosi Rp 60 ribu untuk dewasa dan Rp 30 ribu anak-anak. Sementara setelah promosi menjadi Rp 80 ribu untuk dewasa dan Rp 40 ribu untuk anak-anak,a�? jelasnya.

Etik menambahkan, data kunjungan tersebut tanpa adanya promosi darinya. Hal ini dikarenakan dirinya belum memiliki marketing. Disamping itu, masih ada beberapa bangunan yang belum rampung. Seperti kolam renang anti basah. Kolam renang seperti ini baru ada dan viral di Jepang.

a�?Belum ada di Indonesia dan ini yang sedang kita kerjakan,a�? pungkasnya.

Ditanya mengenai pangsa pasar, Etik mengaku membidik wisatawan lokal. Sejauh ini banyak wisatawan luar Lombok Tengah hanya datang menikmati keindahan pantai Kuta. Melalui rumah terbalik ini diharapkan bisa menarik perhatian wisatawan selain pantai.

Bagi banyak pengunjung masih awam dengan ruangan di rumah terbalik. Namun pengunjung tidak perlu khawatir, sebab Etik sudah menyiapkan 12 karyawan sebagai pemandu. Mereka akan memandu pengunjung bagaimana berfoto di rumah terbalik tersebut. (Ferial Ayu, Lombok Tengah/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost