Lombok Post
Headline Sumbawa

Honorer dan PTT Akan Diakomodir Pemprov NTB

BANTUAN : Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi MA saat menyaksikan penyerahan bantuan dari Bupati Sumbawa Barat Dr H Musyafirin didampingi Wabup Fud Syaifuddin kepada pengurus Ponpes Ukhuwah Islamiyyah, KSB, Jum’at (7/7). Faruk/RADAR SUMBAWA

TALIWANGa��Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi memberikan sinyal positif bagi ribuan tenaga honorer dan pegawai tidak tetap (PTT) yang kewenangan instansinya berada di bawah naungan Pemprov NTB. A�Sinyal itu disampaikan langsung gubernur di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Juma��at (7/7).

a�?a��Prinsipnya, yang pertama diakomodir. Kedua ditingkatkan di tempatkan sesuai keahlian. Tentunya, dua hal ini harus memperhatikan kemampuan keuangan daerah,a��a�� kata gubernur.

Gubernur menegaskan, terkait dengan modelnya nanti, Pemprov NTB kemungkinan akan melakukan seleksi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?a��Seleksi menjadi guru pasti ada. Sisanya nanti dialokasikan menjadi tenaga administrasi. Tapi kita tetap berkomitmen mengakomodir,a��a�� janjinya.

Akomodir yang dimaksudkan TGB tidak menutup kemungkinan akan dilakukan kepada semua honorer dan PTT. Hanya saja, kebijakan mengakomidir itu tidak semuanya akan ditempatkan sebagai tenaga guru.

a�?a��Setelah dipetakan dan ditarik ke provinsi, ternyata banyak kesenjangan. Bukan hanya masalah honorer dan PTT, malah ada sekolah yang hanya memiliki satu guru negeri. Ada juga sekolah malah kelebihan guru negeri,a��a�� ujarnya.

TGB tidak menampik, masalah honorer dan PTT ini merupakan salah satu masalah besar yang harus segera dicarikan solusi.

a�?a��Ini urusan besar sekali memang. Tapi tahap awal, komitmen kita tetap akomodir dan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Penempatannya sebagai guru atau non guru itu nanti sesuaikan dengan latar belakang dan segala macam,a��a�� katanya.

Apakah masalah ini bisa dituntaskan sebelum akhir tahun 2017?

a�?a��InsyAllah, kita akan terus bekerja,a��a�� katanya.

Dalam kunjungan ke KSB, gubernur juga bersilaturahmi langsung dengan pengurus dan santri Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah, Khillafatul Muslimin. Kunjungan gubernur yang juga ahli tafsir ini didampingi langsung Bupati A�Sumbawa Barat Dr H Musyafiri dan Wabup Fud Syaifuddin.

Kedatangan disambut langsung pimpinan danA� santri pondok pesantren. Di hadapan pengurus dan ratusan santri, gubernur mengajak pimpinan bersama pengurus pondok dan santri maupun seluruh masyarakat KSB untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tetapA�merawat keberagaman.

TGB yang juga Ketua Dewan Tanfiziyah Pengurus Besar (PB) Nadhlatul Wathan (NW) ini mengatakan, keberagaman dan perbedaan yang ada di Indonesia merupakan sebuah modal berharga untuk terus membangun kekuatan dan terus mempertahankan NKRI.

A� a�?a��Kekurangan yang ada tidak boleh dijadikan ajang untuk menimbulkan perselisihan. Sebaliknya, kekurangan harus menjadi ajang untuk saling melengkapi,a��a�� katanya.

Secara khusus TGB juga meminta semua pihak untuk saling memahami dan mengingatkan. Perbedaan dan keberagaman merupakan kekuatan sebuah bangsa.

a�?a��Cara terbaik untuk merawat dan menjaga kekuatan itu adalah menumbuhkan semangat persaudaraan sesama muslimin dan tentunya terus membangun jalinan silaturahmi,a��a�� katanya.

Sebagai gubernur, TGB juga mengajak para jamaah yang hadir untuk saling menghargai perbedaan.

a�?a��Jangan sampai perbedaan ini merusak hubungan harmonis diantara sesama manusia,a��a�� pintanya.

TGB juga A�terkesan dengan konsep pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah. Terutama melalui kurikulum yang berbasis sistem akselerasi. Bahkan dalam kunjungan tersebut TGB juga sempat menguji hafalan dua orang santri tahfiz Alquran.

a�?a��Alhamdulillah, keduanya lulus,a��a�� katanya TGB seraya tersenyum.

TGB juga menyerahkan bantuan uang senilai Rp 25 juta. Bantuan tersebut diberikan langsung Pemprov NTB kepada pengurus pondok setempat.

Sementara itu Bupati A�Sumbawa Barat Dr H Musyafirin mengatakan pertemuan antara jajaran Pemda KSB dengan Gubernur NTB sengaja dilakukan di pondok pesantren. Acara yang dibungkus sederhana itu menunjukkan jika pemerintah juga tetap memperhatikan keberadaan pondok pesantren.

Bupati juga menyempatkan diri menyampaikan langsung terkait kondisi keamanan dan dinamika yang terjadi di KSB. Bupati mengatakan, sampai saat ini KSB menjadi salah satu kabupaten teraman dan kondusif di NTB.

a�?a��Ini semua tidak lepas dari dukungan semua pihak. Kalaupun ada perbedaan, bukan menjadi penghalang untuk kita bersama-sama membangun daerah,a��a�� katanya.

Pemda KSB secara khusus juga menyerahkan bantuan kepada Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah. Bantuan senilai Rp 250 juta itu diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pondok. (far/r4)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost