Lombok Post
Headline Kriminal

Polri Pantau Sel Terorisme di NTB

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli.Dok

MATARAM-Munculnya sel terorisme di Bima menuntut perhatian khusus dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Pemetaan dan solusi tepat dibutuhkan agar bibit terorisme tidak berkembang.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, ada beberapa gerakan kelompok yang akan menyebarkan dan memberikan teror di wilayah NTB. Tapi, berkat kerja sama Polda NTB dan Densus 88 Anti Teror, tiga orang terduga teroris berhasil diamankan.

a�?Kita sudah lakukan penindakan beberapa waktu lalu dengan mengamankan tiga orang,a�? kata Kapolda, kemarin (10/7).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Terlepas dari itu, ada hal lainnya yang harus segera dilakukan kepolisian dan pemerintah daerah. Kata Firli, karena gerakan radikal, maka harus dilakukan pemetaan mengenai faktor munculnya gerakan tersebut.

Jika penyebabnya karena ideologi, bukan saja menjadi tugas polisi untuk mengatasinya. Dibutuhkan peran dari instansi lain, seperti Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

a�?Harus hadir juga pemerintah daerah, karena kita sudah sepakat tidak ada ideologi lain selain pancasila,a�? tegas Firli.

Menurut Firli, gerakan radikal muncul dari banyak faktor. Selain karena ideologi, bisa juga karena kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan. Disanalah, lanjut Kapolda, menjadi tugas pemerintah daerah untuk membuat rakyat sejahtera. Memberikan keterampilan dan keilmuan, sebagai bekal meningkatkan perekonomian.

a�?Tugas pemerintah daerah untuk membuat rakyat menjadi sejahtera,a�? imbuhnya.

Selain itu, Kapolda meminta masyarakat dan pemerintah daerah ikut memperhatikan mantan teroris. a�?Tidak boleh mengasingkan dan memberikan perlakuan diskriminasi kepada mereka. Seluruh masyarakat harus terlibat, merangkul mereka,a�? kata Kapolda.

Bagaimana dengan tiga terduga teroris dari Bima yang diamankan beberapa waktu lalu? Kata Kapolda, tiga orang tersebut telah diproses di Mabes Polri. Tugas Polda telah selesai sejak melimpahkan ketiganya ke mabes.

Terlepas dari itu, lanjut Firli, kepolisian akan tetap melakukan pengawasan. Sejumlah personel polisi melakukan patroli dan berjaga di sejumlah lokasi strategis. Bentuk pengawasan ini bukan untuk memberikan rasa khawatir kepada masyarakat, melainkan upaya perlindungan.

a�?Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena NTB aman,a�? tandas Firli. (dit/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost