Lombok Post
Tanjung

Empat CJH KLU Gagal Berangkat

Kepala Kemenag Lombok Utara H Muallip

TANJUNG-Sebanyak empat Calon Jamaah Haji (CJH) asal Lombok Utara dipastikan gagal berangkat. Mereka gagal berangkat, karena alasan sakit dua orang dan meninggal dunia dua orang.

Kepala Kemenag Lombok Utara H Muallip menerangkan, total CJH yang berangkat tahun ini sebanyak 64 orang. Ditambah cadangan 16 orang. Mereka sudah melunasi BPIH serta menutaskan pemberkasan.

a�?Sebelumnya, keberangkatan tahun ini adaA� 67 orang. Tapi tiga dimutasi ke Lombok Barat,a�? terangnya ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/7).

BACA JUGA :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Khusus CJH yang meninggal dunia, tidak bisa diganti oleh kerabat atau orang terdekat lainnya. Namun akan diisi oleh CJH urutan yang di bawahnya. Sedangkan uang setoran BPIH dikembalikan sesuai jumlah yang telah disetorkan.

a�?Untungnya mereka belum melunasi BPIH, sehingga prosesnya insya Allah bisa dipercepat (pengembalian setoran, Red),a�? jelasnya.

Ditambahkan, biaya haji yang terus mengalami kenaikan, rupanya tidak menyurutkan niat masyarakat Lombok Utara menunaikan ibadah haji. Kemenag Lombok Utara mengaku setiap tahun minat masyarakat untuk menunaikan rukun islam ke lima ini tinggi.

Hingga saat ini, dafar tunggu sudah mencapai 500 orang lebih. Karena terus membengkak, Kemenag bahkan harus menyarankan bagi masyarakat yang tidak sabar menunggu, agar memilih melaksanakan ibadah umrah.

a�?Kita sarankan umrah supanya tidak menunggu terlalu lama,a�? katanya.

Akibat, masa tunggu berangkat haji di Lombok Utara hingga 22 tahun kedepan. Maksimal mereka yang ingin berhaji harus menunggu 25 tahun.

Muallip berharap, kuota haji di Lombok Utara bisa bertambah lebih banyak lagi kedepan. Meski tergolong kabupaten termuda, ia berharap pusat memperhatikan kuota haji di Lombok Utara. Hal ini untuk menyiasati tingginya minat masyarakat pergi haji.

a�?Untuk kuota tambahan memang cukup sulit, karena kita termasuk kabupaten termuda. Kaitan dengan itu, kita sementara arahkan agar masyarakat melaksanakan ibadah umrah,a�? tandasnya. (zen/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost