Lombok Post
Metropolis

Kota Tua Ampenan, Potensinya Besar, tapia��

POTENSIAL: Bila digarap maksimal, Kota Tua Ampenan, khususnya eks pelabuhan punya potensi besar untuk mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Kota Tua Ampenan memiliki potensi besar meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kota Mataram. Sayangnya, sampai saat ini, bangunan yang berada di tempat itu masih dikuasai orang perorang. Sehingga, Pemkot Mataram tak bisa mengintervensi terlalu jauh.

Atas dasar itulah, wacana untuk mengambil alih lahan dan bangunan pribadi di tempat itu mulai digaungkan. Tim revitalisasi yang diketuai Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, bahkan sudah mulai bergerak.

BACA JUGA :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Memang sekarang bangunan yang ada di Kota Tua Ampenan ini masih punya warga. Jadi ada mekanisme yang sedang ditempuh tim revitalisasi,a�? ujar Kepala Disbudpar Mataram Abdul Latif Nadjib, kemarin.

Latif menjelaskan, tim revitalisasi juga melibatkan kementerian dan beberapa SKPD seperti Dinas PU. Harapannya, bangunan milik masyarakat tersebut bisa dimaksimalkan.

Mantan Kepala BNN Kota Mataram ini juga tidak menampik jika Kota Tua Ampenan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. a�?Tapi kalau dikembangkan ke sektor pariwisata, tentu harus disiapkan segala sesuatunya. Seperti pengelolaan, pemasaran, promosi, serta keterlibatan masyarakat di lingkungan tersebut,a�? ungkapnya.

Seperti Kota Tua di Jakarta, dimana bangunan disana milik pemerintah dan dijadikan sebagai cagar budaya. Sehingga pemerintah bertanggung jawab penuh. a�?Berbeda dengan Kota Tua Ampenan yang bangunan-bangunannya masih milik masyarakat,a�? kata Latif.

a�?Masyarakat tentu punya kebutuhan masing-masing sehingga ada pola-pola pendekatan yang harus dilakukan,a�? tambahnya.

Lebih lanjut, Latif mengatakan, Kota Tua Ampenan juga berpotensi untuk dijadikan ikon Kota Mataram. Apalagi, tempat ini sarat akan sejarah dan memiliki nilai histori yang tinggi.

a�?Orang-orang tua dulu berangkat haji dari pelabuhan yang ada di sana,a�? tuturnya.

Untuk pengembangan Kota Tua Ampenan ini, pihaknya juga mendorong peran serta dari pihak ketiga dan pemerintah pusat. Tetapi masyarakat yang tinggal di sana harus merasakan dampak dan manfaat dari tempat wisata itu.

a�?Sejauh mana keterlibatannya nanti harus dikaji dulu. Yang jelas Kota Tua Ampenan selain menjadi wisata sejarah juga bisa jadi wisata edukasi,a�? pungkasnya. (puj/r5)

 

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post