Lombok Post
Headline Metropolis

TGB : Kasek a�?Nakala�? Bakal Dicopot !

BERDOA: Para kasek nampak khusyuk berdoa dalam kegiatan pembekalan pengawas, kepala sekolah dan calon kepala sekolah se-NTB, menuju pengelola pendidikan berintegritas, di Graha Bhakti Praja kantor Gubernur NTB, kemarin (11/7). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAM-Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi memberikan peringatan kepada para kepala sekolah (kasesk) SMA/SMK se-NTB. Mereka harus hati-hati mengelola dana sekolah. Jika terlibat kasus hukum, maka orang nomor satu di NTB itu tidak segan-segan akan mencopot jabatannya.

a�?Kalau ada yang melakukan hal-hal terlarang, menyimpang, maka akan ditindak tegas, ya copot,a�? tegas TGB usai memberikan arahan kepada ratusan kepala SMA/SMK se-NTB, di ruang Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, kemarin (11/7).

Menurutnya, hal itu sejalan dengan semangat pengalihan kewenangan dari kabupaten ke provinsi. Pertama, semangatnya akomodatif yakni mengakomodir semua kepentingan yang ada. Kedua semangat pembenahan, itu menyangkut penghargaan dan hukuman. Sehingga bila ada oknum kasek yang melakukan pelanggaran hukum, mereka akan tidak segan-segan akan dicopot.

BACA JUGA :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

TGB menjelaskan, dalam mengelola anggaran, kasek dan perangkatnya harus benar-benar mempedomani aturan yang ada. Misalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), aturan penggunaan sudah jelas dan itu harus menjadi pegangan. Jika sifatnya sudah pasti, maka jangan melakukan inovasi anggaran. Tapi kalau ada ruang yang fleksibel, harus dipastikan juga kebijakan anggaran yang diambil tidak keluar dari aturan yang ada. Menurutnya, nama baik sekolah sangat penting dijaga supaya tidak terjadi kasus yang selama ini beberapa kali terjadi di sekolah-sekolah.

a�?Kita harus jaga betul sekolah kita ini menjadi tempat yang terhormat, tempat yang dibanggakan, dihormati oleh semua,a�? kata TGB.

Untuk memperjelas batasan pungutan yang dilarang dan tidak di sekolah, maka dalam pembekalan itu Pemprov NTB juga mendatangkan Ombudsman NTB dan Tim Saber Pungli yang akan memberikan pemahaman kepada para pengelola sekolah. Tujuannya agar mereka bisa memilah mana uang yang boleh ditarik dan tidak. Kalau sebuah sekolah kekurangan biaya operasional, maka pemprov sudah mengeluarkan surat edaran, mana aturan yang boleh dan tidak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H Muhammad Suruji mengungkapkan, pembekalan bagi kasek, pengawas dan calon kasek dengan tema a�?Mewujudkan Pengelola Pendidikan Berintegritasa�? tersebut bertujuan untuk memberikan bekal pemahaman kepada para peserta. Bagaimana mengelola pendidikan dengan baik.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk memasuki tahun ajaran 2017/2018. Di mana penerimaan siswa baru jalur prestasi dan siswa prasejahtera berjalan dengan baik, dan saat ini penerimaan dari jalur umum. Pembekalan berlangsung selama dua hari satu malam. Diantaranya akan menghadirkan pemateri dari Ombudsman NTB untuk memaparkan bagaimana konsep pelayanan maksimal.

Kemudian juga akan ada Satgas Saber Pungli, mereka akan memberikan pemahaman bagaimana pengelolaan keuangan sekolah yang benar. Hal itu sangat penting, karena sampai awal tahun ini, banyak sekali kasek bermasalah dengan pengelolaan keuangan. Hampir semua kasek dari tingkat SD, SMP, dan SMA belum memahami secara utuh aturan pungutan dan sumbangan. Sehingga ada kepala SMP yang sampai pada pembacaan tuntutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Bahkan ada beberapa kasek yang masih diurus penegak hukum. Ia berharap dengan pembekalan itu, kepala SMA, SMK dan SLB se-NTB 2017 tidak ada lagi yang salah dalam pengelolaan keuangan.

Tidak ada lagi yang salah dalam memungut biaya dari masyarakat yang sesungguhnya diperbolekan peraturan pedundang-undangan,a�? kata Suruji. (ili/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost