Lombok Post
Sumbawa

Pasca Kebakaran, Bangun Kembali Wisma Daerah !

BERSEJARAH : Salah seorang melinat di dekat garis polisi saat kebakaran Wisma Daerah Sumbawa, Selasa (11/7) Fajar/Radar Sumbawa

SUMBAWA– Kebakaran Wisma Daerah A�Sumbawa, Selasa (11/7) menjadi perhatian masyarakat. Bukan hanya di Kabupaten Sumbawa, namun kasus ini menjadi perbincangan nasional. Pasalnya bekas rumah Sultan Sumbawa itu salah satu simbol masyarakat Sumbawa .

Anggota DPRD Sumbawa Rachman Alamudy meminta pemerintah daerah bekerja cepat membangun kembali wisma itu. Jangan sampai bangunan cagar budaya itu lenyap tak berbekas.

” Kami sangat berharap pembangunan kembali wisma daerah yang menjadi kebanggaan Tau Samawa ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. Karena bila ini terlalu lama dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai opini di masyarakat,” katanya, kemarin (12/7).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Di dalam renovasi harus mengesampingkan perdebatan yang diyakini akan terjadi nantinya. Proses pembangunannya juga tidak asal-asalan. Harus mempertimbangkan nilai sejarah dan berbagai makna dari setiap ukiran bangunan yang ada sebelumnya.

Menurutnya, proses pembangunannya nanti tidak boleh mengubah bentuk asli bangunan dan instrumen lainnya yang mengandung arti tertentu. Mulai dari atap, model kamar dan lainnya. Tetapi juga perlu ada penambahan.Dia jugaA� menekankan peralatan keselamatan yang mamadai. Misalnya dilengkapi dengan kamera pengawas serta pelindung lainnya sehingga setiap tamu yang datang merasa aman dan nyaman.

“Sampai saat ini memang belum ada koordinasi dengan DPRD terkait langkah apa saja yang akan dilakukan daerah ke depan. Tapi saya dapat informasi pascakebakaran ada pertemuan yang membahas masalah ini. Tapi mewakili lembaga saya memastikan pihak dewan akan mendukung penuh apapun yang terbaik bagi dan masyarakat Sumbawa secara umum,” tegasnya.

Dia mengusulkan demi menjaga originalitas bangunan dan nilai sejarahnya, perlu dipertimbangkan relokasi bangunan lain yang ada di sekitar lokasi wisma. Nantinya bisa dipindah ke tempat yang lebih refresentatif di sekitaran kota.

Khusus terkait sejumlah bangunan bersejarah lainnya yang saat ini masih ada mulai dari dalam loka, bala kuning, eks gedung DPRD Sumbawa dan sejumlah bala di wilayah kecamatan, pemerintah daerah perlu melakukan proteksi maksimal. Terutama terkait kemanan dan pemeliharaannya. Sehingga setiap kejadian yang tidak diinginkan bisa dihindari ataupun diminimalisir.

“Sebenarnya bukan hanya bangunan bersejarah yang harus diperhatikan secara maksimal, namun juga seluruh bangunan milik pemerintah. (aen/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya