Lombok Post
Headline Praya

Sepi Peminat, Loteng Tutup Dua SMP

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Loteng H Sumum. dedi/lombok post

PRAYA-Dua bangunan SMP di Lombok Tengah (Loteng), menurut rencana akan dialih fungsikan. Penyebabnya, karena jumlah siswa di dua lembaga pendidikan yang dimaksud, minim peminat. Di tahun ajaran baru ini saja, bisa dihitung dengan jari tangan.

a�?Insya Allah, akan kita jadikan pusat pelatihan guru (PPG). Tidak ada masalah,a�? kata kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng H Sumum, kemarin (12/7).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Kedua SMP yang dimaksud, beber Sumum yaitu SMP 6 Jonggat, yang berdiri selama dua tahun terakhir ini, di Desa Labulia. Kemudian, SMP 7 Praya yang berdiri selama tiga tahun, di Kelurahan Panjisari. Jumlah siswa sejak berdiri hingga sekarang, terbatas. Wajar saja, karena mereka lebih memilih bersekolah di SMP yang sudah lama dikenal.

Terhadap siswa yang ada saat ini, kata Sumum untuk sementara waktu tetap melaksanakan program belajar mengajar, begitu pula para guru. Jika sudah waktunya, maka siswa dan guru bersangkutan akan dipindah ke SMP lain, sesuai ketentuan yang berlaku. a�?Seperti itu prosedurnya,a�? katanya.

Kendati demikian, tekan Sumum hajat didirikannya kedua SMP tersebut yaitu, untuk mempersingkat dan mempermudah masyarakat mendapatkan akses pendidikan. Sayangnya, masyarakat tidak memanfaatkannya dengan baik. a�?Kalau sudah dialih fungsikan, mohon masyarakat jangan protes,a�? sindirnya.

Kebijakan itu pun, diakui mantan Kabid Dikdas Dikpora tersebut, tidak masalah. Yang terpenting, Pemkab sudah merealisasikan anggaran pembangunannya, kemudian menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana pendukungnya. Lalu, mempertanggung jawabkannya. a�?Kebetulan anggarannya dari pusat dan bantuan luar negeri,a�? kata Sumum.

Secara kebetulan juga, tambah Sumum PPG di Loteng tidak ada. Selama ini, PPG dilaksanakan di aula Disdik. Awalnya, akan memanfaatkan bangunan eks SMA 2 Praya. Namun, digunakan untuk sekolah dasar (SD). Disdik pun sempat menyusun perencanaan pembangunan PPG.

Anggarannya, kata Sumum sudah tersedia di pusat. Namun, dari pada bangunan SMP 6 Jonggat dan SMP 7 Praya terbengkalai, maka lebih baik dimanfaatkan saja. a�?Alhamdulillah, ada jalan keluar terbaik dan cepat terkait gedung PPG ini,a�? katanya.

Sementara itu, Sekda HM Nursiah mengatakan perencanaan kedepannya, lahan SMP 1 Praya seluas 1 hektare (ha) tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya, yang baru. Di tempat lama, akan digunakan sebagai kantor Disdik dan Dinas Olahraga.

Sedangkan, kantor Disdik dan Dinas Olahraga saat ini, tambah Nursiah akan digunakan untuk perluasan dan pengembangan gedung KONI, serta Bencingan alun-alun Tastura. a�?Tapi, itu semua tergantung dari Bapak Bupati,a�? ujarnya.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost