Lombok Post
Feature Headline

Tak Telantar Lagi, Habib dan Ridho Kini Diasuh LKSA Muhammadiyah Selong

KELUARGA BARU: Habib (baju biru) saat berkumpul bersama teman-temannya di LKSA Muhammadiyah Selong kemarin (11/7). (Toni/Lombok Post)

Dua bocah bersaudara Habib dan Ridho kini tak lagi tidur di pelataran masjid. Mereka sudah tinggal di panti asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Selong. Bagaimana kondisi kedua bocah yang sebelumnya telantar tersebut?

A�

HAMDANI WATHONI, Selong

A�

LKSA Muhammadiyah berada tak jauh dari A�SMAN 1 Selong. Melewati gang, lokasi LKSA ini dekat A�dari jalur utama Selong menuju Labuhan Haji. Tempatnya rindang ditumbuhi banyak pepohonan. Areanya luas dan di dalamnya terdapat lapangan basket yang difungsikan juga sebagai lapangan futsal. Di sini, terdapat MTs, SMA hingga STIA Muhammadiyah Selong. Sementara LKSA atau yang menjadi tempat tinggal sejumlah anak-anak berada di belakang.

Meskipun tidak ada aktivitas sekolah, suasana di LKSA Muhammadiyah Selong kemarin terlihat lebih ramai. Sejumlah anak asik bermain bola di lapangan basket. Di sinilah, Habib dan Ridho, dua bocah asal Desa bagek Ndep Kecamatan Sukamulia yang sebelumnya terlantar dititipkan.

a�?Kayaknya mereka masih pergi bermain bersama teman-temannya,a�? ujar Khalid, salah seorang pembinan LKSA Muhammadiyah Selong saat ditemui wartawan koran ini.

Tak hanya Habib, sejumlah bocah yang senasib dengan dirinya juga tinggal di sini. Bedanya, mereka semua adalah anak-anak yang kini sudah menginjak bangku SMP hingga SMA.

a�?Baru kali ini kami menerima anak yang masih usia SD dan usia Taman Kanak-kanak,a�? tutur Khalid.

Meski belum pernah ada anak-anak seusia Habib dan Ridho yang diterima oleh LKSA Muhammadiyah, namun ia mengaku itu bukan persoalan. Karena, semangat dari LKSA ini dikatakannya adalah bagaimana memfasilitasi dan membina anak-anak telantar yang kurang beruntung.

a�?Tetap mereka akan kami sekolahkan sesuai usianya. Habib di Madrasah dan adiknya Ridho nanti di TK,a�? janjinya.

Tak lama berselang, Habib dan Ridho datang. Mereka nampak tersenyum ceria usai bermain dengan teman-teman seusianya. Tak ada lagi wajah murung yang ditampakkan dua bocah ini seperti sebelumnya. Mereka kini terlihat lebih ceria dan lepas. Bahkan sesekali Habib dan Ridho melebarkan senyum tawa saat bercanda.

Habib misalnya, ia menunjukkan kamar tempat ia tidur bersama puluhan anak LKSA Muhammadiyah lainnya. Di ruangan yang tidak terlalu luas, Habib tidur bersama sekitar 50 anak yang dibina. Yang penting bisa tidur tanpa kedinginan dan kehujanan seperti saat tinggal di pelataran masjid. Ada yang tidur di ranjang bertingkat ada juga yang tidur di bawah beralaskan tikar.

Baju Habib dan Ridho juga nampaknya sudah berganti. a�?Dikasih Ketua LKSA, kebetulan cucunya seusia dengan dua anak ini,a�? tutur Khalid.

Habib kini tak takut lagi dihina, diolok atau dipukul anak-anak kampung seperti sebelumnya. Dengan segala keterbatasannya di LKSA ini, Habib mendapat tempat baru. Ia disayang oleh teman-temannya bahkan ada yang menganggapnya seperti adiknya sendiri.

a�?Saya temennya tidur tadi malam. Dia mengingatkan saya pada adik saya,a�? aku Fariz salah seorang anak LKSA Muhammadiyah yang mengaku berasal dari Bima.

Habib sendiri kini sudah tidak malu-malu lagi seperti saat wartawan Lombok Post pertama kali menemuinya. Kini dia lebih berani dan percaya diri. Bahkan, menjawab penasarannya melihat-lihat kamera digital. Dengan isyarat, ia mengungkapkan keinginannya untuk mencoba mengambil gambar menggunakan kamera.

Layaknya seorang juru foto, ia mengarahkan kamera dan mengambil gambar sejumlah teman-temannya. Wajahnya tersenyum lepas ketika sinar blitz kamera menyala dan layar langsung menunjukkan hasil gambar. Ia pun tertawa kegirangan. Ketika sejumlah temannya menggodanya memanggilnya pak wartawan.

Demikian halnya dengan Ridho.Menurut A�pembina LKSA, malam pertama mereka datang Senin (10/7) lalu Ridho sempat menangis. Setelah ditanya, penyebabnya ternyata akibat dirinya kelaparan tak tahan menunggu jam makan tiba.

a�?Karena memang kami di sini biasanya jam makannya baa��da isya. Tapi anak ini nampaknya belum terbiasa, jadi pelan-pelan saja kita bina,a�? ungkap Khalid.

Mungkin butuh proses, namun Khalid percaya Habib dan Ridho perlahan akan terbiasa tinggal di LKSA ini bersama puluhan anak bernasib seperti mereka. a�?Kita bina, kita sekolahkan dan kita rawat dengan keterbatasan yang ada,a�? tutur Khalid.

Tak haya laki-laki, sejumlah anak perempuan juga dibina di LKSA ini. Hanya bermodal dua ruang asrama, puluhan anak harus berbagi tempat tidur. Satu ruangan berisi 50 anak laki-laki lebih. Sedangkan satu ruangan berisi 30 anak perempuan. a�?Kalau secara kapasitas, memang ini sudah melebihi kapasitas. Makanya mungkin nanti sebagian ada yang kami arahkan tidur di masjid yayasan,a�? tandas Khalid. (r2)

 

 

 

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost