Lombok Post
Metropolis

Bq Evi Ganevia : ASN, Jaga Kehormatanmu!

BERI HORMAT: Ratusan PNS Pemkot Mataram tengah mengikuti upacara benderadi lapangan Sangkareang, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. Sebagai ASN, mereka diminta untuk menjaga nama baik dan kehormatan. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Dugaan kasus mesum yang menimpa AM, seorang pejabat di Dinas Pertanian Kota Mataram beberapa waktu lalu mengejutkan publik. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini di masyarakat selalu dipandang sebagai pejabat terhormat dan berpendidikan, diduga melakukan tidakan tak terpuji.

Asisten III Setda Kota Mataram Hj Baiq Evi Ganevia menyayangkan kejadian itu menimpa ASN Kota Mataram. Ia berharap peristiwa ini bisa jadi pelajaran bagi pejabat lain, untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan bersikap. Karena mata publik akan selalu menyoroti kinerja pejabat negara.

a�?Harapan saya, tetap bisa menjunjung tinggi kehormatan sebagai PNS, baik itu ucapan perilaku dan perbuatan harus jadi contoh suri tauladan bagi lingkungan,a�? kata Evi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sikap ini tidak hanya ditunjukan di lingkungan kerja saja. Tetapi juga di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai menimbulkan preseden buruk bagi ASN yang selama ini menyandang gelar abdi negara. a�?Yang bersangkutan (AM, Red) sudah kita panggil dan mintai keterangan,a�? imbuhnya.

Sejumlah pertanyaan disampaikan pada AM. Termasuk kasus dugaan praktik mesum yang diarahkan padanya. Evi sendiri enggan membeberkan apakah, AM mengakui atau tidak perbuatanya. Hanya saja, ia memastikan AM tetap akan mendapat punishment atas pelanggaran disiplin ASN yang telah dilakukannya.

a�?Ada (punishment), tetapi bisa berat bisa saja ringan. Tergantung hasil penelusuran (kebenaran kasus) nanti,a�? ujarnya.

Senada, Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati juga mengatakan jika dirinya masih menunggu hasil kajian terkait kasus yang menimpa AM. Saat ini, tugas dan peran AM masih dibebankan pada kepala bidangnya. a�?Kita lihat nanti seperti apa, yang jelas harus sesuai prosedur,a�? kata Nelly.

Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito saat dikonfirmasi kemarin masih merahasiakan sanksi apa yang akan dijatuhkan pada AM. a�?Belum, masih kita kaji, persoalannya,a�? tandas Eko. (zad/r5)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost