Lombok Post
Headline Tanjung

Kekeringan di Lombok Utara Semakin Meluas

KRISIS AIR BERSIH: Tampak seorang ibu sedang mengambil bantuan air bersih beberapa waktu lalu. Bencana kekeringan yang melanda Lombok Utara semakin luas. Dok

TANJUNG-Bencana kekeringan yang melanda Lombok Utara samakin parah. Sejumlah wilayah kini mulai mengalami kekurangan air bersih. Sebelumnya hanya tiga dusun di Kecamatan Kayangan yang terdampak. Namun kini empat dusun di Kecamatan Pemenang juga mengalami krisi air bersih.

Empat dusun tersebut, yakni Dusun Badung, Dusun Teluk Nare Raya, Dusun Setangi Raya, dan Dusun Pandanan. Permintaan air bersih sudah dilayangkan ke BPBD Lombok Utara. Hanya saja pendistribusian belum dilakukan. Sebab pihak BPBD masih melakukan inventarisasi data.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Utara Resedep mengaku, masih melakukan verifikasi data untuk mendapatkan data riil jumlah jiwa dan kepala keluarga yang membutuhkan air bersih. Tim reaksi cepat penanganan bencana BPBD Lombok Utara sudah diterjunkan ke lokasi. Ini untuk melakukan pendataan agar bantuan tepat sasaran.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Anggota kami masih turun ke lokasi,a�? ujarnya, kemarin (13/7).

Pasokan air bersih belum diberikan sebelum dilakukan penetapan status. Daerah-daerah krisis lebih diutamakan pendistribusian air bersih.

a�?Data yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat ini nanti menjadi acuan kami apakah droping air sekali atau atau setiap hari,a�? katanya.

Penyaluran air di daerah-daerah krisis bisa dilakukan sampai dua kali sehari. Pemerintah sendiri menganggarkan Rp 123 juta untuk menanggulangi bencana kekeringan tahun ini. Sedangkan titik-titik kekeringan, BPBD Lombok Utara mengaku masih melakukan pendataan. Karena tidak bisa menjadi acuan data kekeringan tahun lalu. Apalagi sudah diberikan penanganan jangka panjang dengan bantuan pemerintah pusat.

a�?Sedang kami inventarisasi sebelum terlalu parah. Kami sudah memiliki gambaran data tahun lalu, tapi tidak itu tidak bisa jadi acuan,a�? tandas Resedep.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara Iwan Maret Asmara menambahkan, bencana kekeringan di Lombok Uatara sudah menjadi bencana musiman. Pihaknya sudah mempersiapkan penanganan yang bersifat jangka pendek, yakni droping air bersih.

a�?Sudah ada beberapa desa yang minta air bersih, kita sudah mendrop, tapi ada beberapa yang belum. Sedang kita proses (permintaan),a�? imbuhnya singkat. (zen/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost