Lombok Post
Headline Kriminal

Wisata Halal Tanpa Narkoba, Bisakah?

PENEYLUNDUPAN SABU-SABU: Sebanyak 1 ton Sabu-sabu berhasil diamankan petugas gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok di sebuah dermaga bekas Hotel Mandalika, Anyar, Kabupaten Serang, Kamis (13/7). Petugas kepolisian berhasil menangkap tiga dari empat orang pelaku, satu diantaranya tewas ditempat usai ditembak karena melawan petugas. (Qodrat/Radar Banten)

Pengungkapan penyelundupan 1 ton sabu di Anyer, Serang,A� Banten Rabu (12/7) membuka tabir betapa rawanya penyelundupan narkoba ke tanah air. Kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan menjadi tantangan bagi aparat untuk bekerja lebih ekstra menekan aksi penyelundupan barang haram itu.

***

Penyelundupan narkoba hampir ditiap daerah di Indonesia terjadi kasus yang sama. A�Khusus di NTB aparat kepolisian, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB, dan Bea Cukai pernah mengungkap kasus penyelundupan narkoba dengan berbagai modusA� dan jalur.

Terhitung sejak Januari hingga Juni 2017, Polda NTB dan BNNP NTB mencatat ada sebanyak 396 kasus penyelundupan, peredaran gelap hingga penyalahgunaan narkoba yang terungkap. Jika dirata-ratakan, perhari aparat mengungkap dua kasus narkoba selama satu semester ini. Inilah yang mebuat, menjadi daerah NTB rawan narkoba.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Kasus-kasus yang menyita perhatian publik antara lain pengungkapan penyelundupan sabu seberat 127,44 gram melalui Lombok International Airport (LIA) pada 23 Januari . Tersangka Moh Redzuan Bin Moh Daut asal Malaysia menyelundupkan narkoba dengan cara memasukkan ke dalam tubuhnya.

Selanjutnya, 25 Januari, tim kembali mengungkap kasus narkoba di Warung Taliwang Tenda di Jalan Pejanggik Cakranegara. Petugas menemukan narkoba jenis baru, yaitu Tembakau Gorila.

Pada 29 April, terungkap penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,8 kiogram melalui jasa titipan kilat/ekspedisi. Usut-usut, diduga barang haram yang dariA� Pontianak itu dikendalikan oleh dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Mataram. Yaitu, Burhan dan Abdul Ahmid. A�Terakhir, yang menjadi sorotan adalah penangkapan pilot lion air yang membawa Hashis seberat 5,03 gram dengan tersangka berinisial AN.

Perketat Pengawasan Jalur Tikus

A�Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Sukisto mengatakan, kasus penyelundupan narkoba ke NTB relatif A�mudah dilakukan. Karena, menurutnya paling tidak ada sebanyak 25 jalan tikus yang ada di NTB.

a�?NTB ini memilki wilayah kepualauan. Sangat memungkinkan untuk penyelundupan narkoba,a�? kata Sukisto.

a�?Kalau di pulau Lombok baru hanya tiga pelabuhan resminya. Tapi, pelabuhan yang terselubung yang saya duga kerap dijadikan area penyelundupan cukup banyak,a�? sambungnya.

Belum lagi yang ada di pulau Sumbawa. Di pualu itu juga memiliki tiga pelabuhan resmi. a�?Paling tidak ada 10 jalan tikus disana,a�? duganya.

Melihat modus pengungkapan kasus penyelundupan narkoba di wilayah Anyer, Serang Banten itu dikemas rapi. Dimasukkan dalam air dan ditarik menggunakan tali.

A�a�?Apalagi kalau disini. Banyak pelabuhan terselubung yang jauh dari keramaian penduduk. Itu kan menjadi celah bagi mereka. Ya, NTB ini sangat rawan untuk penyelundupan narkoba,a�? ungkapnya.

Untuk mengantisipasi penyelundudpan narkoba, pihaknyaA� terus melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat. Baik itu instansi pemerintahan maupun ke sekolah-sekolah. a�?Kita coba sterilakan dan menekan penyalahgunaan narkoba dengan melakukan tes urine ke beberapa instansi,a�? katanya.

Dia menjelaskan, selama tahun 2016 ini, BNN RI sudah menyita sekitar 1116 ton sabu. Ditambah dengan sitaaan Polri sebanyak 2,3 ton sabu. a�?Itu bukanlah sedikit. Hitungannya bisa mempengaruhi seluruh rakyat Indonesia,a�? ucapnya.

Sukisto mengatakan, untuk memberantas narkoba jangan setengah hati. Butuh komitmen yang kuat. “Jangan ada ego sektoral dan terkotak-kotak untuk memberantas narkoba,” tandas Sukisto.

Saat ini, pariwisata NTB berkembang pesat. Kondisi tersebut menjadi peluang pasar yang besar bagi pengedar untuk beraksi. Maraknya peredaran norkoba ini seperti sebuah noda pada wajah pariwisata NTB yang kerep melabel diri sebagai a�?Pusat Wisata Halala�?

“Kita harus bebaskan citra pariwisata NTB tanpa narkoba,” imbuhnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat, jika ada yang mengetahui ada peredaran narkoba di sekitar mereka, agar segera melaporkan ke pihak berwajib.

“Jangan ragu-ragu. Identitas pelapor kami rahasiakan dan lindungi,” ujarnya.

Sementara itu, bagi pecandu narkoba dipersilakan untuk mendaftarkam diri ke BNNP NTB. “Kami akan lakukan assesment dengan gratis,” imbaunya.

Dia mengatakan, saat ini ada 17 pecandu narkoba yang masih di asesment di Lido. a�?Disana kapasitasnya mencapai 1000 pecandu. Mereka diobati secara gratis.

Jenderal berbintang satu itu mengatakan, saat ini jenis narkoba terus berkembang. Artinya, muncul beberapa jenis narkoba baru atau psikoaktf baru (NPS). a�?Sekarang sudah ditemukan 65 zat narkoba jenis baru,a�? jelasnya.

Tapi, kata Sukisto narkoba yang terdaftar di Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2017 baru 43 jenis narkoba.

Kawasan Wisata Jadi Taget Pasar

Senada dengan Sukisto, Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol I Komang Sandi Arsana juga mengatakan, NTB termasuk kawasan rawan narkoba. Pesatnya perkembangan industri pariwisata menjadi pasar bagi barang haram ini.

Menurutnya, para pengedar menjadikan wisata sebagai ladang bisnis karena hasilnya yang lebih menjanjikan dibanding tempat lainnya. a�?Kalau di wisata, sabu bisa dijual hingga Rp 600 ribu perpoket. Tapi, kalau di kawasan lain mereka hanya mampu menjual Rp 200 hingga 300 ribu,a�? jelasnya.

Menurutnya kawasan wisata Tiga Gili menjadi salah satu contoh wilayah yang menjadi incaran para pengedar. Karena itulah koordinasi dengan satuan ke polisian di daerah lain juga terus dikuatkan untuk mempersempit ruang peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.a�?Kita tetap koordinasi dengan Polda Bali. Jika ada laporan kita sama-sama bergerak,a�? katanya.A� (suharli/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost