Lombok Post
Headline Selong

Angka Kemiskinan di Lotim Menurun

SELONG-Sempat mengalami kenaikan di tahun 2015 lalu, persentase penduduk miskin di Lombok Timur (Lotim) mengalami penurunan sebesar 0,68 persen. A�Mengacu pada data BPSA� tahun 2015 lalu jumlah penduduk miskin di Lotim sebesar 19,14 persen. Angka ini turun menjadi 18,46 serahun kemudian.

a�?Penurunan ini tidak terlepas dari program pengentasan kemiskinan di setiap SKPD,a�? kata Kepala BPS Lotim Saphoan.

Selain itu, penyebab lainnya, dari sisi kebijakan pemerintah di tahun 2016 tidak ada kebijakan yang sifatnya berpengaruh sistemik terhadap lonjakan harga. Sehingga inflasi terklendali. Harga barang kebutuhan masyarakat relatif stabil. a�?Karena pendapatan masyarakat yang tetap jadinya daya beli masyarakat juga meningkat. Artinya masyarakat bisa mengkonsumsi kebutuhan dasar lebih banyak,a�? jelasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hal ini berbeda dengan tahun 2015 lalu. Di tahun tersebut Saphoan mengungkapkan ada kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM. Ini yang kemudian berpengaruh terhadap kenaikan harga lainnya. Sehingga, daya beli masyarakat menurun berdampak pada angka kemiskinan yang meningkat.

Kepala Bappeda Lotim, Ahmad Dewanto Hadi menyikapi penurunan angka kemiskinan ini tidak terlepas dari kontribusi semua pihak yang melaksanakan program pengentasan kemiskinan. Baik dari program Pemkab Lotim, Provinsi, dan pemerintah pusat.

a�?Saya pikir ini tidak terlepas dari sinergi semua pihak. Sehingga setiap program yang kita jalankan untuk mengurangi angka kemiskinan ini bisa terlakasana,a�? jelasnya.

Di atas kertas A�boleh saja angka kemiskinan masyarakat Lotim menurun. Namun di sejumlah wilayah, kualitas hidup masyarakat masih belum menunjukkan perubahan signifikan. Misalnya saja seperti yang ada di wilayah selatan Lotimyang berkutat pada A�persoalan kekurangan air bersih.

a�?Kalau kami di sini hampir sepanjang tahun kekurangan air bersih. Sekarang ini malah semakin parah. Air sumur payau jadi kami terpaksa harus beli air dari Lingkoq Tutuq,a�? kata Kades Pare Mas, Sahman kemarin (26/7). Saking sulitnya air bersih, bahkan muncul slogan di desa ini a�?Air lebih berharga dari berasa��.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, warga hanya bisa berharap pasokan air bersih bantuan dari pemerintah hingga membeli air bersih di sumber mata air Lingkoq Tutuq. A�Harga satu tangki air diungkapkan bervariasi. Mulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Tergantung jarak tempat tinggal warga dengan lokasi sumber air Lingkoq Tutuq. Biasanya, warga akan membeli air ini dengan cara berkelompok. Mereka kemudian akan membaginya per liter sesuai dengan uang yang dibayarkan.

Menanggapi persoalan kekurangan air bersih ini, Kepala Bappeda Lotim mengaku kondisi ini merupakan kondisi sesaat. Hanya terjadi pada musim kemarau. Tidak terjadi secara keseluruhan pada masyarakat Lotim. Sehingga tidak bisa dijadikan evaluasi yang menyeluruh apakah kondisi kesejahteraan masyarakat stagnan atau meningkat.

a�?Saat ini Pandan Duri sudah berfungsi untuk irigasi, juga untuk pemenuhan air baku di masyarakat selatan. Alokasi dari APBN juga sedang konstruksi pembangunan jaringan perpipaan ke wilayah selatan,a�? terangnya.

a�?Tapi memang tahun ini belum tuntas. Kami dijanjikan oleh pemerintah pusat akan dilanjutkan penganggarannya di tahun 2018 nanti. Sehingga harapannya 2019 nanti air bersih bersumber Pandanduri bisa dinikmati,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost