Lombok Post
Metropolis

Duh, a�?Asinnyaa�? Garam Mulai Menyebar

IKUT-IKUTAN MAHAL: Seorang pedagang ikan asin duduk menunggu pelanggannya di pasar Mandalika, Bertais, Kota Mataram, kemarin (26/7). Harga ikan asin naik mengikuti harga garam yang sudah naik sebelumnya. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Naiknya harga garam ternyata berefek ke sejumlah harga komoditi pasar lain. Di komoditi ikan, selain ikan pindang, kini giliran ikan asin ikut merangkak naik.

Salah satu pedagang di Pasar Mandalika, Kota Mataram Hj Nurjanah mengaku terpaksa menaikan harga dagangannya. Dari sebelumnya Rp 45-50 ribu per kilogram, kini naik Rp 65 ribu per kilogram.

a�?Ikannya didatangkan langsung dari Sumbawa,a�? kata Nurjanah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Gara-gara harga yang mahal, Nurjanah mengaku lebih suka menjual eceran dari pada kiloan. Banyak konsumen rupanya mulai enggan belanja, membeli ikan asin karena harga melonjak tinggi.

a�?Ikan ini lebih banyak menghabiskan garam, jadi lebih mahal,a�? tuturnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengaku sudah turun langsung meninjau harga di pasar-pasar tradisional. Fakta di lapangan diakui memang ada kenaikan harga untuk garam.

a�?Ini untuk garam non yodium itu, kalau yang lembut sebelumnya dijual Rp 9 ribu, naik menjadi Rp 10 ribu. Sedangkan garam kasar, dari Rp 16 ribu naik menjadi Rp 18 ribu,a�? kata Alwan.

Tapi ia tegaskan, dari penuturan para pedagang, kenaikan harga ini bukan karena permintaan dari konsumen melonjak. a�?Sebenarnya permintaan garam relatif stabil. Memang berapa sih kebutuhan orang pakai garam di rumah tangga?a�? cetusnya.

Ia menduga kenaikan harga ini karena ada pengaruh permintaan di industri-industri besar. Ini lalu berdampak langsung pada ketersediaan garam di pasar-pasar tradisional. Secara domino, kenaikan harga garam lalu mempengaruhi sejumlah komoditi ikan. a�?Salah satunya kenaikan harga ikan asin itu,a�? imbuhnya.

Kenaikan harga garam ini lantas disikapi latah atau ikut-ikutan oleh pedagang lain. Hal ini setelah mereka mendengar informasi adanya kenaikan harga barang menyusul naiknya harga garam.

Jadi, sama sekali bukan karena permintaan tinggi. Sehingga mendorong hukum pasar berlaku yang mengakibatkan harga-harga lain ikut melonjak naik.

a�?Kalau menurut informasi, ada peningkatan permintaan garam di Jawa. Tetapi sebenarnya dari stok kita sangat mencukupi kok,a�? tandasnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost