Lombok Post
Headline Praya

Pusat Jaji Perhatikan Penenun Sukarara

PEMBUKAAN FESTIVAL: Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih, saat memotong songket sebagai tanda pembukaan begawe jelo nyesek di Desa Sukarara, Jonggat Lombok Tengah, kemarin (26/7). dedi/Lombok Post

PRAYA-Harapan baru datang bagi 1.500 penyesek, yang menghadiri festival begawe jelo nyesek di Desa Sukarara, Jonggat Lombok Tengah (Loteng), kemarin (27/7). Mereka dijanjikan mendapat akses pemasaran, promosi, bahan baku, alat hingga bantuan modal. Yang terpenting, mereka tetap menjaga kualitas, bila perlu ditingkatkan lagi.

a�?Di tingkat pusat, kami sudah bekerja sama dengan dua perusahaan belanja online,a�? kata Dirjen industri kecil dan menengah (IKM), Kementerian Perindusterian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih, dalam sambutannya pada pembukaan festival begawe jelo nyesek.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Harapannya, kata Gati produk-produkA� songket di NTB dan Desa Sukarara khususnya, bisa dipasarkan di situs jual beli online. Di Indonesia, total IKM kerajinan tenun sendiri mencapai 369 ribu orang..

Keberadaan mereka, menurut Gati telah membantu menopang ekonomi nasional. Pemerintah pun ikut mengintervensi, melalui penyediaan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung.

a�?Kedepan, Desa Sukarara pun akan menjadi penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,a�? kata Gati dihadapan Kepala Dinas Perindusterian NTB Baiq Eva Nurcahaya Ningsih, Sekda Loteng HM Nursiah, pejabat forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Secara kasat mata, tambah Gati kerajinan songket telah mendongkrak roda ekonomi masyarakat di Desa Sukarara. Terlebih, nama Desa Sukarara sudah dikenal karena kualitasA� tenunnya.

a�?Kalau KEK Mandalika beroperasi, otomatis kebutuhan tenun songket meningkat,a�? sambung Kepala Dinas Perindusterian NTB Baiq Eva Nurcahaya Ningsih.

Dengan begitu, kata Eva pemerintah sukses menurunkan angka kemiskinannya. a�?Kami mohon, Kemenperi tetap membimbing dan membina warga kami ini,a�? ujarnya.

Sementara itu, Sekda HM Nursiah merasa bersyukur dan berterima kasih, karena pusat dan provinsi membantu meningkatkan ekonomi kreatif di Desa Sukarara. a�?Jika promosi berjalan maksimal, maka para tamu berdatangan,a�? kata Nursiah.

Orang nomor satu di jajaran birokrasi Loteng tersebut berharap, cepat atau lambat gaung songket khas Desa Sukarara, terdengar di seluruh dunia. a�?Melalui begawe jelo nyesek inilah, kita akan memulainya,a�? kata Nursiah.(dss/r2)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost