Lombok Post
Tanjung

Teluk Nara Bakal Punya Posko Keamanan

MAU KE GILI: Sejumlah penumpang yang akan menggunakan jasa speedboat menuju tiga gili sedang menaiki kapal di pelabuhan Teluk Nara, kemarin (25/7). PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG-Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara menilai pelabuhan Teluk Nara perlu memiliki posko keamanan. Hal ini untuk mengantisipasi digunakannya jalur laut, khususnya di Lombok Utara sebagai jalur pengiriman narkoba ke tiga gili.

Terlebih Lombok Utara saat ini merupakan daerah yang paling terbuka jalur penyeberangannya. Khususnya ke tiga gili yang menjadi daerah pariwisata unggulan.

Kepala Dishublutkan Lombok Utara melalui Kabid Perhubungan Laut Johan E. Repi mengungkapkan, posko keamanan ini nantinya akan diisi personel gabungan. Terdiri dari UPP Syahbandar Pemenang, TNI AL, Dishublutkan, Polair, dan Satpol PP.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kami ingin rapat koordinasi teknis dulu bersama-sama. Rencananya posko ini aktif 24 jam,a�? ujarnya, kemarin (25/7).

Penyeberangan malam hari diduga digunakan para pengedar untuk mengirim narkoba ke tiga gili. Terkait ini, Johan menegaskan, selama ini penyeberangan malam hari ke tiga gili tidak diperbolehkan.

a�?Sesuasi aturan di syahbandar penyeberangan terakhir itu pukul 17.00 Wita,a�? katanya.

Ditambahkan Johan, untuk kasus darurat seperti pelayanan kesehatan, penyeberangan malam hari diperbolehkan. Namun harus sepengetahuan otoritas penyeberangan dan ada aturan yang dipatuhi.

a�?Kapal yang mau menyeberangan malam hari juga harus dilengkapi sarana prasarana seperti lampu dan alat safety (keselamatan),a�? tandasnya.

Lebih lanjut, Johan mengatakan, jika ada kapal yang tidak menaati aturan tersebut, tentu akan ada sanksi yang diberikan. Hal ini juga menjadi salah satu agenda dalam rapat koordinasi tadi.

Terpisah, Kepala UPP Syahbandar Pemenang Madhi membenarkan jika untuk penyeberangan malam hari tidak ada izin yang dikeluarkan.

a�?Tidak boleh itu ada penyeberangan malam hari,a�? tegasnya.

Penyeberangan malam hari tidak diperbolehkan, karena selama ini masih ada kapal yang belum memenuhi standar. Seperti ketersediaan lampu penerangan, GPS, dan alat safety.

a�?Kapal besar (fastboat) aja dilarang apalagi yang kecil (speedboat),a�? tandasnya.

Terkait rencana pembentukan posko keamanan di Teluk Nara, pihaknya sangat setuju. Bahkan pihaknya siap dan bersedia dilibatkan di dalam tim itu nantinya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost