Lombok Post
Headline Tanjung

Lombok Utara Darurat Narkoba

Kapolres Lombok Utara AKBP Rifai.Dok

TANJUNG-Lombok Utara kembali menjadi sasaran peredaran narkoba. Buktinya, Polres Lombok Utara mengamankan narkoba dari Gili Trawangan. Kali ini narkoba didapat saat menggerebek praktik perjudian yang dilakukan di Sunrise Bungalow Gili Trawangan, Rabu (26/7) sekitar pukul 22.00 Wita.

a�?Laporan awal dari masyarakat terkait perjudian. Saat anggota melakukan penggerebekan ditemukan juga sejumlah barang bukti narkoba,a�? ungkap Kapolres Lombok Utara AKBP Rifai pada Lombok Post, kemarin (27/7).

Rifai menjelaskan, dari hasil penggeledehan yang dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut ditemukan sejumlah barang yang diduga narkotika. Diantaranya, satu bungkus plastik yang diduga ganja kering, tujuh butir pil yang diduga ekstasi, satu klip yang diduga heroin, satu linting ganja, tiga klip plastik yang diduga sabu, satu bungkus serbuk yang diduga pil ekstasi yang sudah dihaluskan, dan sekop kecil.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kalau untuk perjudian kita menyita uang tunai Rp 2.980.000,a�? paparnya.

Saat ini pihaknya pun masih mendalami temuan ini dan melakukan pengembangan. Pihaknya juga sedang memeriksa empat orang yang ada di lokasi saat penggerebekan dan penggeledahan.

Sebagai kawasan pariwisata, Gili Trawangan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan. Terbukanya akses masuk ke tiga gili, menimbulkan sejumlah kerawanan seperti maraknya peredaran narkoba. Untuk mencegah peredaran narkoba dan kerawanan lainnya, Polres Lombok Utara membentuk tim khusus.

a�?Bukan hanya narkoba yang kita cegah, tapi tim ini juga harus mencegah kerawanan lainnya. Tim ini kita bentuk dua hari lalu di bawah kendali Kabag Ops,a�? katanya.

Tim khusus yang dibentuk tersebut berisi personel dari Intel, Reserse, Satnarkorba, dan anggota Polsek yang ditunjuk untuk mengantisipasi tingkat kerawanan dan kejahatan yang ada di Gili Trawangan.

A�a�?Penangkapan yang terakhir juga tim khusus yang bertindak,a�? cetusnya.

Sementara itu, dari data Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Lombok Utara selama kurun waktu 2017 ini sudah 12 kasus yang ditangani. Kasus-kasus narkoba tersebut terjadi di sejumlah wilayah seperti Gili Trawangan, Gili Air, Pemenang, dan Tanjung.

Pada bulan Januari terjadi satu kasus narkoba di Dusun Telaga Wareng Pemenang. Dari kasus ini polisi menangkap satu tersangka dan mengamankan barang bukti lima poket yang diduga sabu. Selain itu, Satnarkoba juga mengamankan tiga pelaku dari Gili Trawangan yang memiliki ganja 0,4 gram.

Selanjutnya, di bulan Februari, aparat kepolisian berhasil menangkap satu orang pelaku di Pemenang. Dari tangan pelaku ini ditemukan satu poket yang berisi beberapa klip diduga sabu seberat 0,4 gram dan 0,33 gram.

Di bulan yang sama polisi juga mengamankan seorang pelaku di Lading-Lading, Tanjung. Dari tangan pelaku diamankan lima klip yang diduga sabu dengan berat bruto 2,49 gram.

Untuk bulan Maret terjadi dua kasus pengungkapkan narkoba di Gili Air dengan jumlah pelaku empat orang dan barang bukti satu poket diduga sabu seberat 0,2 gram dan satu poket diduga sabu seberat 0,3 gram.

Pada bulan April, jajaran Polres Lombok Utara mengungkap satu kasus narkoba di wilayah Desa Pemenang Barat. Dalam penangkapan itu polisi mengamankan satu pelaku dengan barang bukti satu poket diduga sabu seberat 1,09 gram.

Selanjutnya di bulan Mei, Polres Lombok Utara menangani dua kasus yakni satu kasus di Tanjung dengan pelaku satu orang dan barang bukti empat poket Kristal putih yang diduga sabu.

Dan satu kasus lainnya terjadi di Gili Trawangan dengan seorang pelaku dan barang bukti delapan poket plastik bening diduga sabu seberat 3,82 gram, tujuh butir inex berwarna cokelat, dan tiga butir inex berwarna biru.

Kemudian di bulan Juni, terjadi dua kasus narkoba di Gili Trawangan. Yang pertama sepasang kekasih dengan barang bukti empat poket sabu dan satu linting ganja. Selain pasangan tersebut, polisi juga mengamankan seorang pelaku dan barang bukti ganja seberat 4,17 gram yang disembunyikan dalam bungkus rokok.

Pada awal Juli lalu tepatnya 14 Juli, polisi juga melakukan penangkapan satu orang pelaku dengan barang bukti 303 gram ganja kering yang akan dibawa ke Gili Trawangan melalui Teluk Nara saat melintas di jalan raya Pusuk sekitar pukul 21.55 Wita. Dari 12 kasus tersebut, kawasan tiga gili yakni Trawangan dan Air menjadi sasaran utama pengedar narkoba.

Menanggapi hal ini, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar beberapa waktu menyatakan keprihatinannya. Karena tidak bisa dipungkiri sebagai kawasan wisata, tiga gili menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Terlebih dengan akses masuk yang terbuka. Untuk itu, pihaknya sangat berharap usulan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lombok Utara bisa segera terealisasi.

Najmul mengungkapkan, untuk pembentukan BNNK ini pihaknya sudah menyiapkan segala kebutuhan seperti lahan yang akan digunakan sebagai kantor dan SDM. Namun pembentukan BNNK Lombok Utara saat ini nasibnya berada di Kementerian PAN dan RB. Untuk itu pihaknya masih menunggu persetujuan dari kementerian tersebut. a�?Bolanya sekarang di sana (Kemenpan RB, Red),a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost