Lombok Post
Kriminal

Makin Marak, Motor Hilang Malingnya Minta Tebusan

PENGARAHAN: Tim opsnal satuan reserse Polda dan Polres se-NTB mendengarkan pengarahan dari AKP Supriyono terkait teknik penggunaan senjata api, di Mako Brimob Polda NTB,kemarin (27/7). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Meningkatnya kasus curanmor, curat, dan curat hingga pertengahan tahun 2017, membuat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB berbenah. Kemarin (27/7), tim opsnal reserse Polda dan Polres melatih kemampuan menembak reaksi cepat, di Mako Brimob.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil evaluasi atas ganggguan kamtibmas selama satu semester, di NTB. Yakni terkait meningkatnya kasus 3C dan penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Ini untuk melatih reaksi cepat anggota ketika berada di lapangan, ketika terancam atau tidak, sehingga harus ada tindakan yang terukur,a�? kata Kristiaji, kemarin (27/7).

Kristiaji mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan harus ada yang ditingkatkan untuk satuan reserse di lingkup Polda dan Polres se-NTB. Antara lain skil menembak reaksi cepat dan peningkatan konsolidasi antar seluruh reserse di NTB.

Mengenai tembak reaksi cepat kemarin, Kristiaji mengatakan, belum menunjukkan hasil yang baik. Anggotanya masih harus terus berlatih mengasah kemampuan menembaknya.

a�?Rata-rata cukup, belum sampai baik. Jadi perlu dilatih kembali,a�? kata dia.

Terkait dengan konsolidasi antara anggota serse, dimaksudkan untuk lebih cepat pengungkapan kasus tindak pidana umum. Terutama di perkara pencurian kendaraan bermotor.

Kristiaji menjelaskan, kasus curanmor membutuhkan penanganan yang cepat. Sebab, pelakunya bisa sangat cepat berpindah-pindah lokasi.

a�?Misal curi motor di Lombok Barat, mereka bisa saja jualnya di Lombok Tengah atau bahkan A�sampai ke Bima sana,a�? jelas dia.

Karena itu, dengan penyatuan jaringan antar anggota reserse, diharapkan bisa bersama-sama bergerak melakukan pencarian, ketika muncul kasus curanmor. a�?Ini yang akan kita sinkronisasi, agar sumber barang bukti terdata semuanya,a�? kata Kristiaji.

A�Bagaimana dengan sistem tebus yang menjadi modus curanmor? Mengenai hal ini, Kristiaji mengaku telah menjadi atensinya. Dia juga telah menindaklanjuti dengan melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah mana saja, yang mengandalkan sistem tebus.

a�?Sudah kita lakukan anatomy crime, tapi untuk wilayahnya tidak bisa kita beritahu, yang pasti jaringan sistem tebus ini akan kita ungkap,a�? pungkas dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost