Lombok Post
Metropolis

Tukang Bangunan Harus Punya Sertifikat

MATARAM-Sudah tidak zaman lagi para tukang bangunan hanya mengandalkan tenaga. Mereka butuh legalitas resmi untuk bisa bersaing di tingkat global. Karena itu, para tukung harus memiliki sertifikat agar mendapat pengakuan di pasar global.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PUPR), Yusid Toyib mengungkapkan, pekerja yang terampil dan berkualitas akan menjamin kesuksesan para pekerja. Provinsi NTB sebagai salah satu daerah yang giat menggalakkan pembangunan infrastruktur, membutuhkan tenaga kerja konstruksi yang terampil dan bersertifikat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Untuk mewujudkan itu, pemerintah memberikan bantuan berupa Mobile Training Unit (MTU) kepada Pemprov NTB. Bantuan ini untuk melatih para tenaga konstruksi. a�?MTU mengenalkan pola kerja efektif dan efisien pada tenaga kerja konstruksi,a�? kata Toyib saat membuka workshop regulasi dan kebijakan pola pembiayaan investasi infrastruktur bidang PUPR, di Hotel Golden Palace, kemarin (27/7).

Menurutnya, pembinaan melalui MTU diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM generasi muda, sehingga siap menghadapi tantangan dunia kerja. Terlebih lagi persaingan dunia kerja semakin ketat. Tenaga yang datang ke Indonesia adalah tenaga kerja terampil dan memiliki sertifikat, atau telah diakui dalam suatu lembaga.

a�?Maka, mari kita lawan dengan meningkatkan kompetensi, “ujar Yusid memberi semangat.

Dalam workshop itu, ia menyerahkan pengelolaan satu unit MTU atau unit pelatihan keliling kepada Pemprov NTB. Bantuan itu diterima Wakil Gubernur (Wagub) NTB H Muhammad Amin. Bantuan MTU tersebut akan mendukung upaya meningkatkan kualitas dan keterampilan SDM bidang konstruksi. Selain itu, MTU ini dapat dimanfaatkan untuk memberi pelatihan on job training sampai ke pelosok daerah. Caranya dengan mendatangi tenaga konstruksi langsung di lokasi pekerjaannya.

Wagub NTB H Muhammad Amin mengatakan, infrastruktur sebagai salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting. Apalagi NTB menjadi pintu gerbang pariwisata, dan penyangga pangan nasional. Infrastruktur yang memadai akan semakin membantu percepatan pembangunan. Karena itu, pembangunan di bidang infrastrukutur merupakan hal sangat mendesak.

Seperti daerah lain, Infrastruktur masih menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintahan. Karena sifatnya yang nyata serta dampaknya dirasakan secara langsung masyarakat. Karena NTB terdiri dari dua pulau besar, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Tentu dibutuhkan kesabaran dari semua pihak agar pembangunan di pulau ini dapat berjalan merata, adil, dan proporsional.

“Saya menyambut baik niat kementerian PUPR yang memberi hak pinjam pakai MTU kepada Pemprov NTB,a�? katanya.

Amin berharap, MTU itu dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia di bidang konstruksi.

Sementara itu, Direktur Bina Investasi Infrastruktur Kementerian PUPR Dr Masrianto menjelaskan, penyerahan pinjam pakai MTU bertujuan memberikan stimulus bagi stakeholder untuk meningkatkan kompetensi SDM bidang konstruksi. Selain itu untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi agar terampil. a�?Serta dapat bersaing di tingkat nasional,a�? katanya. (ili/r7)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post