Lombok Post
Feature

Dukungan Masyarakat Menguatkan Nuril

OBROLAN SANTAI: Baiq Nuril Maknun (tengah), Nur Janah (kiri) dalam dialog di studio Lombok Post TV, yang dipandu Febrian Putra kemarin (28/7). THEA/LOMBOK POST

Baiq Nuril Maknun yang sempat jadi terdakwa kasus penyalahgunaan UU ITE, akhirnya divonis bebas. Dia mengaku pembebasannya merupakan buah dukungan masyarakat dan nitizen yang memomulerkan tagar #SAVEIBUNURIL.

***

Setelah dibebaskan dari segala tuduhan, sejak Rabu lalu, Nuril menghadiri banyak undangan. Salah satunya undangan menghadiri talkshow di Lombok Post TV, kemarin (28/7). Di Lombok Post TV Nuril beserta tim litigasinya Nur Janah, terlibat obrolan hangat yang dipandu Redaktur Lombok Post Febrian Putra.

a�?Alhamdulillah saya bebas, setelah banyak rintangan dan proses yang saya jalani,a�? katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”313″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Nuril lantas menceritakan bagaimana awal kasus tersebut menjeratnya. Disebutkan awal kasus ini terjadi ketika dia banyak berinteraksi dengan kepala sekolahnya di SMAN 7 Mataram saat itu H Muslim. Nuril sendiri merupakan pegawai honorer di sekolah tersebut.

Sebenarnya interaksinya dengan sang kepala sekolah terkait dengan pekerjaannya. Namun rupanya banyak teman kerjanya yang mencurigai dirinya memiliki hubungan khusus dengan atasannya tersebut.

Dia mengaku berkali-kali membantah tuduhan tersebut. Belakangan sang kepala sekolah berkali-kali menelponnya, bahkan beberapa kali dia menerima telepon di tengah malam. Kerap kali isi percakapan dalam telepon menjurus pembicaraan yang sifatnya asusila. Namun dia tidak mau menanggapinya.

a�?Untuk membuktikan saya tidak selingkuh dengan kepala sekolah, saya merekam pembicaraan itu,a�? tuturnya.

Belakangan rekaman ini ternyata disebarkan orang lain. Rekaman inilah yang membuat dia lantas dituntut dengan dua tuntutan oleh H Muslim, yaitu melakukan pencemaran nama baik dan melanggar UU ITE.

A�a�?Sebenarnya rekaman itu sudah lama, tapi mulai naik ke publik di awal tahun ini,a�? kata Nuril.

Setelah dilaporkan ke polisi oleh H Muslim, Nuril dan keluarganya berkali-kali berupaya melakukan mediasi. Namun kasus tersebut tetap berlanjut ke kepolisian hingga akhirnya dia ditahan hingga kasusnya sampai ke pengadilan.

Setelah sidang kedua kasus ini mencuat ke publik. Oleh Nitizen, Nuril justru dianggap sebagai korban pelecehan. Belakangan kasus Nuril ini menjadi viral di dunia maya. Banyak nitizen yang mendukungnya sampai memviralkan tagar #SAVEIBUNURIL. Bahkan puluhan orang, beberapa di antaranya tokoh masyarakat, menandatangani jaminan penangguhan penahanan untuk Nuril.

Dalam talkshow tersebut Nuril juga banyak mencurahkan perasaannya saat menghadapi kasus tersebut. Namun dukungan keluarga, para tokoh hingga pengacara dan masyarakat membuatnya tetap tegar.

a�?Alhamdulillah, sekarang bebas dari segala tuduhan,a�? tandas Nuril.

Sementara itu, sebelumnya tim pengacara, tim litigasi, hingga para pendukung Nuril mendatangi kantor Wali Kota Mataram. Mereka menemui khusus Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Diketahui, Mohan merupakan salah satu tokoh yang memberikan jaminan penangguhan penahanan terhadap Nuril.

Salah satu pengacara yang ditemui Lombok Post Yan Mangandar Putra mengatakan kedatangan kliennya dan beberapa tim litigasi serta pengacara, untuk bersilaturahmi. a�?Sekaligus berterima kasih terhadap dukungan wakil wali kota,a�? katanya pada Lombok Post.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengaku mengapresiasi pembebasan Nuril. Dia mengaku, sejak kasus ini mencuat, dirinya ikut bersimpati. Dia menilai dalam kasus ini Nuril mestinya menjadi korban dan tidak mesti diproses hukum. Atas keyakinan tersebut, dirinya tidak ragu ikut memberikan jaminan penangguhan penahanan terhadap Nuril.

a�?Rupanya kesediaan saya menjadi penjamin membuat Nuril dan timnya ingin mengucapkan terima kasih dalam silaturahmi ini,a�? jelas Mohan.

Ketika ditanyai mengenai nasib pelapor kasus Nuril, yakni H Muslim yang merupakan penjabat di Pemkot mataram, Mohan hanya menjawab proses hukum masih berlanjut. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut untuk diselesaikan secara hukum.

a�?Kalau ke depan ia terbukti salah, baru kita bisa pertimbangkan sanksi dan lain-lainnya,a�? tandasnya. (NATHEA CITRA SURI, Mataram/r3)

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post