Lombok Post
Metropolis

PJU di Pasar Beras Dibuat Lebih Perkasa

Seorang petugas Dinas Pertamanan, Kota Mataram, memperbaiki salah satu PJU yang mengalami kerusakan di Jalan Pendidikan, Kota Mataram, kemarin (24/7).

MATARAMa��Oknum tidak bertanggung jawab kerap melempari lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kebudayaan dekat Pasar Panglima. Tak ayal lampu yang baru beberapa hari dipasang, kerap ditemui pecah berantakan.

Diduga pelaku adalah oknum yang menginginkan kawasan yang juga lebih dikenal dengan sebutan pasar beras itu, tetap remang-remang. Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Mataram Kemal Islam, membenarkannya.

a�?Benar sering dirusak dan dilempar di sana,a�? aku Kemal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Untuk mengatasi itu, ia berencana meninggikan tiang PJU di dekat lokasi tersebut. Selain itu mengganti lampu konvensional 150 watt dengan LED. Dengan harapan cahaya yang dihasilkan bisa lebih terang dan daya tahannya lebih kuat.

a�?Akan saya kerjakan setelah tuntas penggantian lampu di lingkar selatan,a�? ujarnya.

Ia mendata di sepanjang Jalan Kebudayaan, terdapat 27 titik PJU. Semua lampu yang rusak akan diganti.

a�?Nanti kita juga awasi dan mengejar pelakunya,a�? tandasnya.

Sebelumnya, Camat Cakranegara M Salman Rusdi membenarkan jika lampu di sekitar pasar beras, sudah sering diganti. Umur lampu itu tidak pernah bertahan lama. Hanya dalam hitungan hari, sudah ditemui hancur berantakan.

a�?Sepertinya ada tangan-tangan jahil yang sengaja melempar,a�? ungkap Salman.

Ia juga sudah menyampaikan harapan agar lampu pengganti bisa lebih kuat fisiknya. Terutama dari benturan benda keras. Dengan demikian, daya tahan lampu bisa lebih lama dan tetap bisa membuat kawasan yang lekat dengan bau lendir itu tak lagi remang-remang.

a�?Kalau tempat itu terang, setidaknya mereka malu transaksi di sana,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost