Lombok Post
Selong

BKPHL Rinjani Timur Ungkap Kasus Sekaroh

SAMPAIKAN ASPIRASI: Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah masyarakat terhadap PT Sadhana Arifnusa belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Enam orang telah berstatus tersangka atas kasus terbitnya sertifikat di atas lahan kawasan Hutan Lindung Sekaroh. Satu diantaranya yakni Kades Pemongkong sudah ditahan di Rutan Selong. Terkait kasus ini, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Rinjani Timur selaku pengelola kawasan Hutan Sekaroh A�angkat bicara.

a�?Kami pernah mediasi agar permasalahan sertifikat ini diselesaikan. Yang menjadi persoalan hutan ini sudah ditapal batas, BPN tahu dan mereka juga sudah tanda tangan tapi itu yang dilanggar,a�? beber Kepala BKPHL Rinjani Timur Lalu Saladin Jufri.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Menurutnya Pihak BPN Lotim yang menerbitkan sertifikat dikatakannya mengaku tidak tahu mana batas itu. Padahal, jika merujuk pada Berita Acara Tata Batas (BATB) itu ditandatangani oleh BPN, camat, kepala desa, perwakilan masyarakat dan bupati. Sehingga persoalan ini sudah jelas ada acuannya.

A�a�?Kami sudah tahu (munculnya sertifikat, Red) dan kami surati BPN ini untuk membatalkan sertifikat sebelum ada ditetapkan tersangka, tetapi tetap saja BPN itu tidak mau membatalkan,a�? akunya.

Sehingga hal ini kemudian terpaksa diselesaikan oleh pengadilan. Nanti apakah yang salah itu Kehutanan dan BPN. Namun demikian, Saladin menjelaskan bahwa dalam kondisi seperti saat ini, sertifikat Sekaroh masih bisa dibatalkan.

a�?Dalam Undang-undang pertanahan ada tiga sebab yang bisa membuat sertifikat dibatalkan, yang pertama yaitu force majeure atau bencana, kedua karena keputusan pengadilan dan ketiga cacat administrasi oleh BPN itu sendiri,a�? terangnya.

Saladin kembali menceritakan sebenarnya pihak KPH mengaku telah berupaya memediasi pihak BPN dengan kejaksaan, pengadilan dan Dinas Kehutanan Provinsi NTB Januari lalu. Karena sekitar 37 sertifikat yag diterbitkan BPN ini terindikasi cacat administrasi. a�?Tapi BPN Provinsi dan Lotim tidak mau mengatakan ini cacat administrasi,a�? bebernya.

Saladin mengaku ia sendiri hadir untuk memberi penjelasan kepada pihak BPN di lokasi mediasi agar kasus ini tidak sampai di pengadilan. Namun pihak BPN bersikeras menguji lewat pengadilan. Karena pada saat itu ada pengecekan lokasi oleh sejumlah instansi terkait. a�?Karena saat itu kita berpikir kan nggak enak antar instansi pemerintah saling hantam. Tapi karena kasus ini mau diteruskan di pengadilan oleh BPN, ya akhirnya majulah jaksa,a�? tuturnya.

Terpisah, Pihak BPN Lotim yang coba dikonfirmasi Lombok Post terkait hal ini memberikan tanggapan. Melalui Kasubbag TU Murlim, ia mengaku tidak tahu bagaimana kronologis awal munculnya sertifikat ini. Namun jumlah sertifikat yang muncul diakuinya memang seperti yang diungkapkan oleh BKPHL Rinjani Timur.

A�a�?Ya kurang lebih sebanyak itu, tapi saya tidak tahu persis bagaimana kronologisnya,a�? ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembatalan sertifikat tidak bisa dilakukan begitu saja. Itu Menunggu putusan pengadilan, berkaitan dengan sertifikat yang diterbitkan. Setelah itu pun nanti ada proses selanjutnya. a�?Tidak bisa dibatalkan begitu saja sebelum menunggu putusan pengadilan,a�? tegasnya.

Sementara surat yang diajukan kejaksaan terkait pembatalan sertifikat, Nurlim mengaku belum mengetahui hal tersebut. Karena belum melihat surat permohonan pembatalan. a�?Karena prosesnya sudah berlanjut ya kita tunggu putusan dari pengadilan saja,a�? imbuhnya.

Sedangkan pihak Kejaksaan Negeri Selong melalui Kasi Pidsus Iwan Gustiawan mengungkapkan bahwa pihak BPN Lotim telah menyampaikan kepada pihak kejaksaan untuk rencana pembatalan sertifikat. a�?Itu pernah disampaikan, tapi untuk jelasnya tanya BPN Lotim,a�? pinta Iwan. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost