Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Guru dan Siswa SMPN 1 Belo Blokir Jalan

TAMBORA SISWA : Terlihat siswa SMP 1 Belo yang menumpuk di halaman sekolah. Mereka protes terhadap macetnya aktivitas belajar karena guru sibuk kelahi jam mengajar. YETY/ RADAR

BIMA a�� Buntut dari tidak adanya aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) selama dua pekan terakhir, guru dan siswa SMPN 1 Belo melakukan blokade jalan. Mereka menuntut agar kepala SMPN 1 Belo dicopot dari jabatannya.

Informasi yang dihimpun Radar Tambora (Lombok Post Group), selama memimpin, kepala sekolah dinilai diktator. Setiap keputusan dan kebijakan yang diambil tidak melalui musyawarah dengan dewan guru.

Aksi blokade jalan dilaksanakan di jalan lintas Ngali a�� Lido. Persis di depan sekolah tersebut. Aksi tersebut menarik perhatian warga. Akibatnya, arus lalu lintas di jalan itu macet total.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Beberapa saat setelah aksi blokade berjalan, pihak kepolisian hadir untuk mencarikan solusi atas persoalan itu. Kapolsek Belo IPTU Hanafi memediasi pertemuan antara kepala sekolah, guru ASN dan juga guru honorer di ruang guru sekolah itu.

Dijelaskan Hanafi, blokade jalan tersebut merupakan buntut dari kisruh yang terjadi di sekolah itu. Menurut Hanafi, pertemuan di ruang guru yang dimediasi oleh pihak kepolisian tidak menemukan solusi. Sehingga pertemuan itu dilanjutkan di ruang kerja Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.

a�?Tadi ada lima orang guru yang mewakili pertemuan di dinas. Bagaimana hasil pertemuan itu, kami belum tau,a�? jelasnya.

Di hadapan guru dan murid, Hanafi menegaskan agar tidak melakukan aksi blokade jalan. Setiap kasus yang terjadi diselesaikan dengan musyawarah.

a�?Aksi blokade jalan itu tidak dibenarkan. Kalau ada masalah, selesaikan baik a�� baik,a�? tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, siswa SMPN 1 Belo mengeluhkan tidak aktifnya KBM di sekolah itu selama dua pekan terakhir. Kasus ini terjadi lantaran adanya perbedaan pendapat antara guru dan kepala sekolah. Guru yang merasa kecewa dengan sikap kepala sekolah memilih untuk mogok ngajar. (yet/r4)

 

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost