Headline Kriminal

Kepala Pasar Sayang-Sayang Terjaring OTT

MATARAM-Kepala Pasar Sayang-Sayang dengan inisial MU ditangkap tim saber pungli Polres Mataram. Selain MU, tim saber juga menangkap MN (inisial, Red) selaku wakil dari MU, di dalam ruangan kepala pasar, kemarin (31/7). Keduanya ditangkap atas dugaan pungli kontribusi berupa biaya sewa lapak di dalam pasar.

Menurut keterangan polisi, operasi tangkap tangan (OTT) ini dilakukan sekitar pukul 12.30 Wita. Tim yang sebelumnya telah mendapatkan informasi langsung mendatangi pasar Sayang-Sayang.

Setibanya di lokasi, petugas melihat salah seorang pedagang keluar dari kantor kepala pasar. Tak ingin membuang waktu, tim bergerak masuk melakukan pengecekan. Rupanya, di dalam ruangan, petugas mendapati satu amplop bertuliskan nama pedagang pasar, berisi uang sejumlah Rp 2,5 juta.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Uang tersebut diduga sebagai pungutan sewa lapak pasar Sayang-Sayang.

a�?Tim sempat melakukan konfirmasi kepada terduga pelaku dan saksi yang namanya tertulis di ampop. Katanya uang itu sebagai pungutan dana sewa lapak,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin.

Menindaklanjuti temuan tersebut, tim membawa MU dan MN ke Polres Mataram untuk diperiksa. Muhammad mengatakan, pemeriksaan masih dilakukan jajarannya guna memperdalam dugaan pungli dari kepala pasar.

a�?Masih kita perdalam,a�? kata Kapolres singkat.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap MU dan MN masih dilakukan penyidik unit Tipikor Polres Mataram hingga pukul 20.30 Wita, kemarin. Di sela pemeriksaan, Lombok Post sempat menemui MU usai melaksanakan Salat Isya. Kata MU, dirinya tidak pernah ada rencana untuk melakukan penarikan terhadap pedagang.

Uang sebesar Rp 2,5 juta tersebut, lanjut dia, merupakan permintaan dari pedagang yang namanya tertulis di amplop barang bukti.

A�a�?Kita tidak pernah ada bermain. Tidak punya rencana untuk menarik, pedagang yang meminta,a�? aku dia.

Lebih lanjut, sebelum ditangkap tim saber, MU mengaku jika dirinya sudah pulang. Tetapi, belum jauh meninggalkan pasar, dia kembali ditelepon wakil kepala pasar. Dalam telepon tersebut, wakil kepala pasar menyampaikan informasi jika ada pedagang yang ingin bertemu.

Pedagang tersebut, kata MU, berulangkali meminta tolong kepada dirinya untuk dibuatkan surat izin penempatan (SIP). Surat tersebut menjadi bukti legalitas pedagang menempati lapak di dalam pasar.

a�?Dia sudah bangun lapak tanpa ada izin, sehingga diminta saya untuk membuatkan izin,a�? jelasnya.

Rencananya, setelah menerima uang tersebut, MU akan menindaklanjutinya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram. Nantinya uang tersebut juga akan dialokasikan A�untuk tempat pembuangan limbah dari lapak pedagang tersebut.

Tetapi, SIP belum sempat diurus dan uang masih di meja kerjanya karena telah dihitung wakil kepala pasar, tim saber pungli telah lebih dulu menangkap MU.

Karena itu, penangkapan dari tim saber pungli kemarin, pun disebut MU sebagai jebakan. MU menyebut sejumlah oknum yang tidak senang dengan posisinya sebagai kepala pasar.

A�a�?Ada perubahan sistem yang saya lakukan. Nah dari sana kemudian ada oknum yang tidak senang. Padahal perubahan sistem itu membuat pendapatan pemkot bertambah dari retribusi pasar,a�? jelas dia.

Menurut MU, sejak dimulainya perubahan sistem tersebut, telah terjadi gejolak di Pasar Sayang-Sayang. Namun, terlepas dari itu, dia tetap menerima penangkapan yang dilakukan tim saber pungli. a�?Tapi apapun itu, ya silakan. Nanti akan saya klarifikasi,a�? katanya.

A�Alwan : Saya Kecewa!

Menanggapi kasus ini Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengaku sudah mendengar adanya kabar OTT.A� Hanya saja, saat dikonfirmasi awak media, Alwan mengaku belum mendapat laporan detail kasusA� pungli apa yang terjadi di pasar Sayang.

A�a�?Saya kecewa (dengan tindakan pungli itu),a�? kata Alwan.

Padahal baru beberapa waktu lalu, ia mengumpulkan beberapa Kepala dan Keamanan Pasar se Kota Mataram, agar tidak melakukan praktik pungli apapun bentuknya.

a�?Saya ndak tahu jenis pungutannya apa, tapi saya sudah ingatkan jangan mungut-mungut,a�? sambungnya.

Ia hanya mendengar kabar jika MU saat ini sedang dimintai keterangan di Polres Mataram. Soal ada salah satu lapak yang di police line, Alwan tetap enggan menduga itu adalah barang bukti lapak yang diperjual belikan.

a�?Police line bisa banyak artinya itu, jadi nanti kita lihat saja keterangannya seperti apa,a�? jelasnya.

Ia tegaskan semenjak ia masuk menjadi Kepala Disdag hal pertama yang menjadi fokus perhatiannya yakni, bagaimana agar praktik pungli ini tidak lagi terjadi. Bahkan dirinya mengundang tim saber pungli untuk menjelaskan bentuk dan bahaya pungli.

a�?Dia baru di sana sebagai kepala pasar,a�? tandasnya. (diz/zad/r2)

A�

 

Related posts

Mantap, KLU Bangun Objek Wisata Lain

Iklan Lombok Post

BKPIM Lembar Gagalkan Penyelundupan Koral

Redaksi Lombok Post

Begal Tebas Warga di Cakranegara

Redaksi Lombok Post