Lombok Post
Headline Metropolis

Visa 941 JCH NTB Belum Terbit

MATARAM-Pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) tinggal menghitung hari. Namun, masih ada 941 jamaah asal NTB yang hingga kemarin visanya belum terbit. Penerbitan visa yang masih antre di Kedutaan Arab Saudi menjadi penyebab.

Data terakhir Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB menunjukkan, dari 4.514 orang JCH asal NTB, baru 3.573 orang yang visa hajinya telah terbit.

Meski demikian, Kanwil Kemenag NTB menjamin semua visa jamaah sudah akan tuntas sebelum mereka berangkat. Apalagi saat ini proses pembuatan visa sudah sangat mudah dan cepat dengan sistem e-hajj yang diterapkan pemerintah Arab Saudi. Dalam sehari, visa untuk satu kloter haji bisa diselesaikan. Tapi karena yang dibutkan visa untuk jamaah dari seluruh Indonesia, maka tentu terjadi antrean.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Kepala Sub Bagian Kehumasan Kemenag NTB H Zamroni menjelaskan, secara umum proses pelaksanaan haji sudah tidak ada persoalan. Semua persiapan sudah matang jauh hari sebelumnya. Mulai dari kesiapan sarana prasarana yang dibutuhkan JCH, termasuk paspor sudah semua dibuatkan.

Meski pembuatan visa masih antre di Jakarta, namun dalam waktu dekat sudah akan selesai. a�?Kita sudah koordinasi, sudah rapat baik dengan tim pemerintah daerah maupun tim dari instani lain, dan hari ini (kemarin) rapat teknis pemberangatan jamaah haji,a�? ungkap dia.

Jamaah yang akan berangkat pertama kali dari NTB adalah kloter pertama asal Kota Mataram sebanyak 455 orang. Mereka akan masuk asrama pada 11 Agustus 2017 dan esoknya pada 12 Agustus bertolak ke Tanah Suci.

Untuk seterusnya akan menyusul JCH dari daerah lain yang terbagi dalam 11 kloter, dimana kloter terakhir akan diberangkatkan tanggal 25 Agustus. Sementara untuk pemulangan jamaah akan dilakukan dari tanggal 22 September hingga 6 November 2017.

a�?Yang perlu dilakukan para jamaah sekarang adalah mempersiapkan kondisi fisik agar tetap sehat selama di Tanah Suci,a�? katanya.

Dari sisi akomodasi dan makanan, Kemenag juga sudah mempersiapkan. Kepala Seksi Akomodasi dan Transportasi Kemenag NTB Hamdan menjelaskan, makanan untuk para jamaah calon haji sudah disiapkan. Pemilihan katering juga sudah melalui proses lelang, dan akan menggunakan pihak ketiga.

a�?Kami menanggung makanan untuk jamaah selama berada di sini, kalau di Arab Saudi sudah ada panitia pusat yang punya urusan,a�? katanya.

Demikian juga dengan akomodasi transportasi untuk bus pengantar dan pesawat terbang yang akan digunakan dari Asrama Haji hingga ke Lombok International Airport. Pesawat yang akan digunakan embarkasi Lombok tahun ini adalah Boeing 747-400 yang memiliki kapasitas 455 orang.

a�?Analisa terakhir dari pihak bandara memberikan rekomendasi pesawat itu bisa mendarat di sini,a�? kata Hamdan.

Sementara itu, dari data terakhir, data JCH asal NTB terus mengalami perubahan dari hari ke hari. Hingga Senin (31/7), tercatat 36 orang jamaah batal berangkat. Penyebabnya, 16 orang batal karena meninggal dunia, 7 orang menunda, 11 orang karena sakit, dan 1 orang jamaah menunda karena sedang hamil.

Dari segi daerah asal, 8 orang dari Kota Mataram, 9 orang dari Lombok Tengah, 10 orang dari Lombok Timur, 3 orang dari Kabupaten Bima, 2 orang asal Lombok Barat, dan 4 orang dari Kabupaten Sumbawa.

Terhadap mereka yang batal berangkat secara otomatis akan diganti dengan jamaah lain sesuai nomor urut antrean di bawahnya. Saat ini sudah ada 42 JCH cadangan yang siap untuk diberangkatkan menggantikan mereka yang batal naik haji tahun ini.

Suhu Tanah Suci 44 Derajat

Sementara itu, sesuai dengan prediksi semula, bahwa suhu di Arab Saudi panas. Kemarin (31/7) menurut laporan Kementerian Kesehatan, suhu di luar ruangan mencapai 44 derajat celcius. Salah satu akibatnya adalah ada jamaah yang kakinya melepuh.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menuturkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menerima pasien dari jemaah haji yang kakinya luka. a�?Telapak kaki luka akibat terbakar atau melepuh terkena panas aspal, pasir, atau keramik,a�? ucapnya. Hal itu diakibatkan jemaah ada yang tidak memakai alas kaki.

Menurut informasi yang dihimpun Oscar, pasien tersebut memang tidak terbiasa menggunakan alas kaki. a�?Kebiasaan tersebut dibawa ke tanah suci yang keadaan tanahnya sangat panas,a�? kata Oscar.

Pasien hanya mendapatkan perawatan untuk lukanya. Setelah itu diperbolehkan untuk melanjutkan ibadah. a�?Pasien sudah mendapat pejelasan Tim Promotif dan Preventif (TPP) agar selalu menggunakan alat pelindung diri, seperti alas kaki, masker, dan payung kalau keluar pondok,a�? terang Oscar.

Sementara itu, jamaah yang masih terus berdatangan akan disambut oleh Tim Mobile. Tim tersebut bertugas untuk melakukan deteksi dini di bandara kedatangan. Tujuannya adalah mengurangi angka kesakitan dan kematian selama musim haji.

Ketua Tim Mobile, dr Agus Gianto menuturkan dengan melakukan deteksi lebih cepat diharapkan tidak terjadi komplikasi atau perberatan penyakit. a�?Harapannya, jamaah tidak perlu dilakukan perawatan,a�? jelas Agus.

Agus menambahakan, sejauh ini masalah terbanyak jamaah yang baru datang adalah mengeluhkan nyeri lutut. Hal itu terjadi karena beberapa pasien mengalami osteoarthritis atau nyeri sendi lutut. a�?Kurang gerak maupun suhu dingin di pesawat membuat kambuh,a�? ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim medis memberikan obat pereda nyeri. Beberapa jemaah juga dibantu kursi roda jika tidak mampu berjalan jauh.

Sementara itu persediaan obat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dinilai cukup. Obat-obatan akan dibagi menjadi dua, yakni 20 persen ke Mina dan sisanya akan dibawa ke Makah. Kementerian Kesehatan dalam mudik haji kali ini membawa 3.680 kardus obat-obatan. (ili/JPG/r8)

Berita Lainnya

SKD Selesai, Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost