Lombok Post
Kriminal

Kepala Pasar Sayang-sayang Jadi tersangka

RILIS PUNGLI: Wakapolres Mataram Kompol I Made Baduarsa menunjukkan hasil OTT terhadap kepala pasar Sayang-Sayang dengan inisial MU, kemarin (1/8). MU diduga melakukan praktik pungli untuk biaya lapak di pasar DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Setelah satu hari menjalani pemeriksaan, Kepala Pasar Sayang-Sayang Kota Mataram dengan inisial MU ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga memutuskan untuk menahan MU selama 20 hari ke depan.

Ketua Tim Saber Pungli Mataram Kompol I Made Baduarsa mengatakan, penetapan tersangka terhadap MU berdasarkan rangkaian penyidikan yang dilakukan Unit Tipikor Reskrim Polres Mataram. Sejumlah bukti dan saksi yang telah diperiksa, menguatkan dugaan adanya penarikan iuran untuk sewa lapak di dalam pasar.

a�?Pemeriksaan saksi dan barang bukti di lapangan, hasilnya menyatakan pelaku sebagai oknum yang melakukan penarikan,a�? kata Baduarsa yang juga menjabat Wakapolres Mataram, kemarin (1/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

MU dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baduarsa mengatakan, sangkaan tersebut didasarkan pada peran MU sebagai penyelenggara negara. Dia ditunjuk sebagai Kepala Pasar Sayang-Sayang dengan SK Walikota Mataram sejak Januari 2017.

Berbeda dengan MU, wakil kepala pasar Sayang-Sayang dengan inisial MN, yang juga terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), masih berstatus saksi. Kata Baduarsa, penyidik belum menemukan bukti yang kuat untuk menjadikan MN sebagai tersangka.

a�?Belum ada cukup bukti untuk MN. Jadi tersangka saat ini hanya MU saja,a�? ujarnya.

Dalam OTT yang dilakukan Senin (31/7), tim saber pungli Polres Mataram menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain, amplop putih bertuliskan salah satu nama pedagang pasar dan berisi uang sebanyak Rp 2,5 juta, tas hitam berisi uang tunai Rp 4,4 juta, serta toples plastik berisi uang sebanyak Rp 309 ribu.

a�?Ada juga dua salinan KTP milik pedagang pasar,a�? jelas Baduarsa.

Uang yang ditemukan petugas, diduga kuat merupakan hasil pungutan MU. Dari informasi yang koran ini dapatkan, MU melakukan pungutan terhadap belasan pedagang di Pasar Sayang-Sayang. Jumlah pungutan yang dilakukan MU bervariasi. Namun rata-rata pedagang menyetor uang hingga Rp 5 juta.(dit/r2)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost