Lombok Post
Metropolis

MU dan MN Tidak Dipecat, Terkait OTT di Pasar Sayang-Sayang

BERI KETERANGAN: Dari kiri ke kanan, Kepala Dinas Perdagangan Lalu Alwan Basri, Asisten I Lalu Martawang dan Kabid Trantibumas Satpol PP Bayu Pancapati memberi keterangan terkait OTT Kepala Pasar Sayang-Sayang oleh Tim Saber Pungli, Selasa (8/1). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Mataram pada oknum Kepala Pasar Sayang-sayang berinisial MU dan wakilnya MN kembali menampar wajah kota. Ini kali ketiga, Tim Saber Pungli mengendus dan menangkap ketidak beresan dalam pelayanan publik di daerah berjargon Maju, Religius, dan Berbudaya ini.

Tim Saber Pungli pertama kali beraksi di Dinas Perhubungan (UPTD Perparkian). Kemudian di Dinas Pendidikan (SMPN 6 Mataram), dan yang terbaru di Dinas Pedagangan (Pasar Sayang-Sayang).

a�?Saya kira teman-teman ini (media) adalah bagian dari sekenario kita melawan pungli,a�? kata Wakil Ketua Tim Saber Pungli Kota Mataram Lalu Martawang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Dijelaskan pria yang juga menjabat sebagai Asisten I Setda Kota Mataram itu, sebenarnya pemberantasan pungli di daerah ini sudah terstruktur dan masif. Tim Saber Pungli juga sudah melakukan berbagai upaya pencegahan. Mulai dari sosialisasi hingga teguran.

Tim Saber Pungli juga sudah mengundang pihak-pihak yang rentan bersentuhan langsung dengan praktik pungli. Diantaranya pihak sekolah, kepala pasar, keamanan pasar, sampai sosialisasi di seluruh Aparatur Sipil Negara Kota Mataram.

a�?Tetapi rupanya masih ada saja individu yang belum memahami sepenuhnya bahaya pungli,a�? sesalnya.

Jadi, jika kembali ada kasus penindakan dalam bentuk OTT, seperti yang terjadi di Pasar Sayang-Sayang, ia menolak Tim Saber Pungli Kota Mataram disebut tidak melakukan upaya preventif. Justru penindakan ini harus dilakukan, jika seluruh rangkaian langkah-langkah pencegahan tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

a�?Seperti teman-teman tahu, bagaimana upaya luar biasa Pak Wakil Wali Kota sebagai ketua Tim Saber Pungli di Kota Mataram untuk melakukan pencegahan, tetapi masih saja ada yang mencoba melawan hukum,a�? imbuh Martawang.

Mewakili posisi Pemkot Mataram, Martawang mengaku ikut menyesalkan, sedih, dan kecewa dengan kasus ini. Seyogyangnya sosialisasi pencegahan kemarin bisa menjadi peringatan semua pihak. a�?Tetapi kami kecewa dengan catatan!a�? cetusnya.

Walau sudah menyandang status tersangka, hak MU dan MN tetap harus dikedepankan. a�?Jadi asas praduga tak bersalah harus kita junjung tinggi,a�? pinta mantan Kepala Bappeda Kota Mataram ini.

a�?Kita harus tetap menunggu proses pemeriksaan, apa benar mereka bersalah sesuai dengan bukti-bukti yang ada,a�? terangnya.

Ditanyakan tentang peran Satpol PP Kota Mataram yang seharusnya bisa melakukan pencegahan terhadap praktik pungli di internal Pemkot, Martawang menegaskan kegiatan ini tetap jadi agenda besar bersama semua pihak. Termasuk di dalamnya Satpol PP yang diharapkan ke depan lebih intensif melakukan pengawasan di internal birokrasi pemerintahan. a�?Ini bukan pekerjaan instan, butuh kerja sama kita semua,a�? tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, tugas MU dan MZ diambil alih oleh Kepala UPTD Pasar. Hal ini ditujukan agar dua orang ini bisa fokus menjalani proses hukum yang tengah dihadapinya.

a�?Belum dipecat, walau kabarnya status hukum mereka sudah meningkat dari saksi ke tersangka,a�? kata Alwan.

Ia juga setuju untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tidak menjudge MU dan MN bersalah. Sampai akhirnya ada keputusan yang kuat berdasarkan bukti-bukti nyata di lapangan.

a�?Padahal ini sudah kita wanti-wanti sejak lama, iya ini bagian dari proses evaluasi,a�? tandasnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost