Lombok Post
Headline Praya

Suhaili : Kades Jangan Jadi Raja Kecil

DESA TERBAIK: Bupati HM Suhaili FT, saat memberikan tropi kepada desa terbaik tingkat provinsi dan kabupaten di Bencingah alun-alun Tastura, Praya Lombok Tengah Sabtu (29/7) lalu. dedi/Lombok Post

PRAYA-127 Kepala Desa (Kades) di Lombok Tengah (Loteng), diingatkan jangan suka berlaku sewenang-wenang dan jangan pula menjadi raja kecil. Sisi negatif itu mulai terlihat, setelah anggaran ditingkat desa melimpah ruah. Rata-rata diatas Rp 1 miliar per tahun.

a�?Pemimpin itu tidak akan becus bekerja, jika tidak ada kerja sama dan koordinasi. Ingat itu,a�? tegas Bupati HM Suhaili FT, Selasa (1/8) kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sehingga, menurut Suhaili percuma anggaran besar, jika dalam pelaksanaannya kecil. Untuk itulah, wajib hukumnya tokoh masyarakat, agama, pemuda, para guru, kader posyandu, tenaga medis hingga marbot ditingkat desa, dirangkul, diajak bekerja sama membangun desa.

Karena, diakui Suhaili seberat apa pun pekerjaan, jika dikerjakan bersama-sama, maka akan terasa mudah dan cepat. Sehingga, inilah yang disebut, program Lembaga Pembedayaan Masyarakat Terpadu (Lemper Madu). Sayangnya, hanya diimplementasikan secara konseptual semata. Praktiknya kosong.

Padahal, tekan pria asal Bodak tersebut, program yang satu itu dapat mempercepat pembangunan desa, baik fisik maupun non fisik. Karena, lebih mengedepankan pembangunan partisipatif. a�?Tolong camkan ini baik-baik,a�? kata orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Loteng M Tauhid membeberkan, anggaran pembangunan desa di Loteng, setiap tahunnya mengalami peningkatan. Di tahun 2018 mendatang, Alokasi Dana Desa (ADD) dianggarkan sebesar Rp 109,1 miliar. Sedangkan, dana desa sebesar Rp 118,5 miliar. a�?Itu tertuang dalam rancangan APBD tahun anggaran 2018,a�? kata Tauhid.

Belum lagi, tambah politisi Gerindra tersebut, aparatur pemerintah desa mendapatkan bagi hasil pajak sebesar Rp 5,9 miliar. Lalu, bagi hasil retribusi daerah sebesar Rp 2,2 miliar. Total mencapai Rp 8,2 miliar. a�?Seperti itu,a�? kata Tauhid.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost