Lombok Post
Headline Metropolis

Kisah Syawaludin, Bikin Bank Sampah yang Mengasilkan Listrik dan Kompos

INOVATIF: Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera Syawaludin, membuka tangki berisikan gas, sekaligus menerangkan sIstem kerja pengolahan sampah organik di Jalan Lingkar Selatan, Mataram, kemarin (2/3). THEA/LOMBOK POST

MATARAM-Tidak terurusnya sampah di Kota Mataram dan NTB secara umum membuat Syawaludin berinisiatif membangun bank sampah. Bank Sampah ini kemudian dinamakan Bintang Sejathera.

Bank sampah pribadi milik Syawal cukup berhasil. Berbeda dengan bank sampah bikinan Pemkot Mataram yang kini mati suri.

Di tempat ini, Syawal mendaur ulang sampah anorganik dan organik yang kemudian dimanfaatkan menjadi kompos, sumber listrik, hingga uang. a�?Saya mendapatkan ide ini, karena kondisi lingkungan di Kota Mataram,a�? kata Syawal pada Lombok Post, kemarin.

Syawal mulai membangun Bank Sampah ini pada tahun 2010. tidak ada bantuan pemerintah. Artinya, bank sampah yang dibuat bersifat independen. a�?Alhamdulillah, sebelumnya saya dan istri sudah buat beberapa bank sampah anorganik di sejumlah tempat. Sekarang ini, kami dalam proses pengenalan bank sampah jenis organik,a�? jelasnya.

Dalam menjalankan bank sampah ini, Syawal juga bekerja sama dengan masyarakat. Ia mengajak Kota Mataram untuk membuang limbah dapurnya ke bank sampah miliknya. a�?Ya, dari pada dibuang sia-sia, lebih baik dibuang ke bank sampah Bintang Sejahtera,a�? tuturnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Pria 35 tahun ini ingin membuktikan bahwa sampah dapat menghasilkan sesuatu hal yang bermanfaat. Seperti uang, kompos, dan listrik. a�?Bank sampah Bintang Sejahtera yang berada di jalan Lingkar Selatan ini, memiliki fungsiA� mengolah sampah organik (sisa limbah rumah tangga) untuk dijadikan tenaga listrik. Bahkan kompos, yang akan kembali berguna bagi masyarakat, untuk membantu proses tanaman,a�? ucapnya.

Ia pun menjelaskan sistem kerja dari bank sampah tersebut. Pertama, Syawal mulai mengumpulkan limbah sampah rumah tangga serta limbah sisa dapur restaurant ke dalam bank sampah. Kemudian sampah-sampah sisa tersebut akan diletakkan di dalam empat tangki dengan sistem digester perkolasi.

a�?Di empat tangki itu, akan kami isi dengan sisa sampah dapur. Tangki itu bisa menampung 25 ton, dengan masing-masing 7,5 ton per tangki,a�? terangnya.

Tangki yang berisikan sampah, akan menghasilkan beberapa manfaat setelah didiamkan selama satu bulan. a�?Selain menghasilkan kompos, nanti bisa menghasilkan listrik, dan juga gas yang bisa dimanfaatkan di kehidupan sehari-hari,a�? ungkapnya.

Bank sampah milik Syawaludin ini menggunakan metode dry fermentation. a�?Insya Allah, saya sangat yakin, bank sampah ini bisa menjadi salah satu terobosan inovatif yang akan membantu pemerintah di Kota Mataram untuk mengatasi permasalahan sampah,a�? tandasnya. (cr-tea/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost