Lombok Post
Metropolis

Pemerintah Harus Kreatif Bantu Petani Garam Rakyat

PRODUKSI GARAM: Inaq Sumiati, buruh pabrik garam tradisonal di Desa Pijot, Kecamatan Keruak Lombok Timur mengangkat garam-garam yang dihaluskan dengan cara pembakaran, Selasa (1/8). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAM-Pemerintah diingatkan segera berbenah membantu petani garam meningkatkan produksi dan memperbaiki kualitas garam rakyat. Krisis garam harusnya menjadi momentum mengangkat nama NTB sebagai produsen garam nasional. Syaratnya, pemerintah jangan cuma menonton industri garam rakyat.

Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi mengaku tergelitik dengan krisis garam yang membeli NTB kini. Padahal daerah ini merupakan provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Sehingga harusnya potensi garam sangat melimpah.

Di sisi lain, industri garam tidak membutuhkan teknologi mahal. Bahkan terbilang teknologinya rendah. Tapi faktanya industri garam NTB tidak pernah berkembang.A� a�?Inikan lucu, paradoks NTB, paradoks nasional,a�? kata politisi Gerindra itu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Dia yakin, bila potensi garam dikelola baik, bisa menekan angka kemiskinan NTB khususnya di daerah pesisir. Harga garam memang tidak mahal, tetapi jika pemerintah cerdas, garam bisa diolah menjadi lebih baik dengan kualitas tinggi. Sehingga harganya lebih mahal dan petani bisa mendapatkan untung lebih.

a�?Gak perlu teknologi tinggi. Packing-nya kan hanya plastik biasa,a�? katanya.

Baginya, tidak ada persoalan yang sulit dalam mengurus garam. Misalnya untuk mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) agar memiliki Standar Nasional Indonesia.A� Pemerintah daerah harus bekerja lebih kreatif, sampai petani benar-benar memiliki standar produksi yang bagus. Para petani diajarkan membuat garam yang baik. Kalaupun ada kendala, misalnya petani belum mampu mengikuti standar, maka bukan berarti pemerintah menyerah.

a�?Petani inikan orang tidak sekolah, kita yang sekolah jangan cuma ngomong, kasi dong alatnya,a�? katanya. Mengubah kebiasaan petani dengan pola lama puluhan tahun, jelas sulit. Tapi pemerintah harus mampu menyadarkan mereka, bukan sebaliknya mundur teratur.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar mengungkapkan, masyarakat setengah hati memproduksi garam karena tidak ada kepastian pasar. Pemerintah tak mengarahkan. a�?Itu membuat petani jenuh,a�? kata politisi PPP itu.

Ketika petani sedang memproduksi malah pemerintah mengimpor garam. Itu sangat menyakiti perasaan petani garam. Meski kebijakan impor sah, tetapi mestinya diimbangi kebijakan melindungai kepentingan petani garam. a�?Harusnya dibina agar produksinya baik, hasilnya baik,a�? kata Hazmi.

Menurut dia, dua hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk melindungi petani garam. Pertama membantu produksi garam baik dan kedua membantu agar garam petani terserap pasar. a�?Masyarakat bukan insinyur, makanya yang penting adalah pembinaan,a�? tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Lalu Hamdi menampik pemerintah tak berbuat. Upaya yang sudah dilakukan antara lain memberikan bantuan geoisolator untuk melapisi permukaan tambak agar garam tidak becampur dengan tanah kepada para petani.

Juga membangun jaringan irigasi, membangun gudang untuk penyimpanan garam, kemudian membina dan mendampingi IKM, sampai pengujian mutu.

Sementara Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin menambahkan, saat ini momentum baik untuk mengembangkan produksi garam. Selain pemerintah provinsi, ia juga meminta peran aktif pemerintah kabupaten/kota membantu langsung petani garam, serta menyinkronkan program dengan pemprov. (ili/r8)

 

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost