Lombok Post
Headline Kriminal

Sukiman Bebas, Kajati NTB Siapkan Kasasi

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Harahap. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Putusan bebas terhadap mantan Bupati Lombok Timur (Lotim) H Sukiman Azmy terkat perkara suap SRG iPasar langsung direspons Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Jaksa memutuskan untuk menyatakan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tipikor Mataram tersebut.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Harahap mengatakan, pihaknya masih pada pendapat semula, yakni menganggap apa yang dilakukan Sukiman Azmy dan PT iPasar Indonesia merupakan tindak pidana suap. Karena itu, mereka memutuskan untuk kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) usai putusan bebas terhadap Sukiman.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Kita pasti akan kasasi, cuma nunggu amar putusan dulu dari pengadilan,a�? kata Ery, kemarin (2/8).

Ery mengatakan, jaksa akan tetap bertahan dengan dakwaannya. Sebab, bukti-bukti yang telah dikumpulkan selama penyelidikan dan penyidikan menunjukkan dianggap jaksa menguatkan dakwaan suap.

Namun, selama proses peradilan, lanjut Ery, terdakwa rupanya berusaha melakukan perlawan. Yakni melalui gugatan perdata antara PT iPasar Indonesia dan Pemkab Lombok Timur. Gugatan tersebut dianggap Ery A�membuat samar perbuatan suap yang diduga dilakukan terdakwa.

a�?Seolah-olah uang suap itu dikatakan sebagai pinjaman. Mereka mengajukan gugatan perdata, desainnya memang seperti itu,a�? kata Ery.

Padahal, lanjut Ery, gugatan perdata tersebut dilakukan setelah kejaksaan melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara ini. Sementara ketika proses di kejaksaan, indikasi suap muncul saat pembuatan pabrik dan penyertaan modal yang dilakukan dianggap tidak sesuai prosedur.

Sukiman yang saat itu menjabat Bupati Lotim sempat membuat MoU dengan iPasar Indonesia pada Desember 2010. Dari MoU itu, terdakwa akan menyediakan lahan 8.255 hektare untuk investasi jagung yang dikelola iPasar. Sebagai jaminannya, terdakwa meminta iPasar menyerahkan uang jaminan sebesar Rp 1,5 miliar.

Namun uang tersebut dikembalikan terdakwa sesuai surat perjanjian dengan iPasar pada 10 Januari, setelah investasi berjalan.

Dalam fakta persidangan yang menjadi rujukan putusan hakim, uang jaminan senilai Rp 1,5 milar sempat menjadi sengketa dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Putusan perdata ini akhirnya damai dan Sukiman membayar denda 0,1 persen atas keterlambatan pengembalian uang jaminan tersebut.

Putusan perdata tersebut, akhirnya dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim.

a�?Memang upaya perlawanan para terdakwa seperti itu. (Perjanjian) Pinjam meminjam itu belakangan dilakukan setelah tertangkap,a�? beber dia.

Ery mengatakan, hakim tentunya mempunyai pertimbangan sendiri dalam perkara yang awalnya diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi jaksa tetap berkeyakinan jika tindakan terdakwa dengan PT iPasar Indonesia adalah perbuatan suap.

a�?Kita tidak berpikir ada itu jalur perdata, karena perbuatannya kan sudah selesai, yakni saat memberi suap,a�? kata Ery.

Lebih lanjut, Ery juga sempat mempertanyakan bukti pengembalian yang diklaim terdakwa. Selama persidangan, kata dia, bukti dokumen mengenai pengembalian itu tidak pernah ditunjukkan. Padahal untuk perkara korupsi, bukti dokumen sangat vital dalam pembuktian.

a�?Tidak pernah diperlihatkan dalam sidang. Bisa saja bilang tidak korupsi atau sudah mengembalikan, tapi buktinya mana,a�? tanya dia.

Terlepas dari itu, Kejati NTB tetap menghormati putusan Pengadilan Tipikor Mataram. Masalah perbedaan pendapat pun dianggap hal yang biasa dalam persidangan.

a�?Kita hormati. Tapi nanti di kasasi, jaksa akan bertahan kalau itu tindak pidana suap. Soal pinjam meminjam itu, nanti kan diuji lagi di Mahkamah Agung,a�? tegas Ery.

Selain kasasi, kata Ery, pihaknya juga akan melaporkan perkembangan putusan kepada Kejaksaan Agung. a�?Kecuali mereka (KPK) meminta langsung ke kita, tapi sementara ini akan kita laporkan dulu ke Kejagung,a�? tandasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost