Lombok Post
Giri Menang Headline

Duh, Susahnya Menurunkan Angka Kemiskinan

KEMISKINAN: Seorang warga sedang duduk di kediamannya di Desa Geluk, Lombok Barat beberapa waktu lalu. (Ivan/Lombok Post)

GIRI MENANG-Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lobar tahun 2014-2019, kemiskinan masih menjadi sorotan.

Angka kemiskinan menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat Lobar. Meski menunjukkan perkembangan yang cukup baik, angka kemiskinan menurun dari 17,38 persen menjadi 16,73 persen, dinilai melambat. Hanya turun 0,65 persen.

Pelambatan terjadi seiring dengan meningkatnya nilai garis kemiskinan di Lobar. Dimana jumlah penduduk miskin sebanyak 113,3 ribu jiwa, menurun pada tahun 2014 sebesar 110,8 ribu jiwa.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Meski ada pencapaian signifikan hingga 80 persen, tetapi ada angka yang dipandang masih cukup berat. Yaitu penurunan angka kemiskinan,a�? kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar H Baehaqi usai Musrenbang perubahan RPJMD Lobar Tahun 2014-2019 di Aruna Senggigi Hotel, kemarin (3/8).

Penurunan angka kemiskinan tersebut akan dilihat kembali untuk direkonstruksi. Apakah Lobar akan bertahan dengan angka yang lama, ataukah target penurunan angka kemiskinan diturunkan.

a�?Rencana ini akan diajukan ke DPRD, karena ini akan ditetapkan dengan peraturan daerah,a�? ucapnya.

Meski angka kemiskinan menurun, diakui masih dinilai cukup tinggi. Ini tentu menimbulkan pertanyaan, apa penyebab melambatnya penurunan angka kemiskinan.

Berdasarkan data statistik di Lobar, tenaga kerja disektor pertanian sebanyak 98 ribu atau 35 persen rata-rata tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Kemudian tenaga kerja disektor pertanian mendapat upah yang rendah. Belum mencapai upah minimumA� kabupaten (UMK). Sehingga pada kebijakan tahun 2017-2018, Lobar akan fokus pada pengelolaan pasca panen.

a�?Pengelolaan paska panen ini akan didahulukan, dan sudah didukung dengan adanya peraturan bupati tentang perlindungan produk lokal,a�? paparnya.

Selain itu, perubahan RPJMD yang semula membahas 35 indikator kinerja utama akan dipersempit. Pemkab ingin melihat apakah indikator-indikator tersebut dapat diberikan atau tidak sebagai kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

a�?Indikator-indikator yang dulu ditetapkan kan ada perubahan, misal status jalan dari jalan desa menjadi jalan provinsi dan lainnya, membutuhkan perubahan sasaran,a�? jelasnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Lobar H Fauzan Khalid menyampaikan, pihaknya menerima segala masukan dari berbagai pihak dalam kegiatan musrenbang. Untuk kemudian didiskusikan rasionalitas usulan tersebut.

Menyinggung penurunan tingkat kemiskinan Lobar, data tersebut adalah data tahun 2015. Sementara tahun 2016 belum diketahui, karena belum dilakukan sensus. Walau demikian, ia tekankan pada SKPD untuk lakukan money follow program. Dimana SKPD dapat tidak mempunyai anggaran, kecuali krusial.

a�?Kalau programnya tidak jelas, tidak memenuhi target RPJMD, serta tidak bersinergi dengan SKPD lain, bisa tidak ada anggaran,a�? tegas bupati.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim menyampaikan, target kemiskinan atau pemberdayaan masyarakat yang ditetapkan pemkab untuk tidak diturunkan. Agar semua leading sektor berpacu dan menjadi kewajiban menurunkan angka tersebut.

a�?Di provinsi tidak ada penurunan target kemiskinan, ini harus jadi pemicu semangat mengentaskan kemiskinan,a�? tutupnya. (ewi/r5)

 

Berita Lainnya

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost